Rabu , 24 April 2019
Home » Berita Foto » Khawatir Sungai Tercemar, Warga Minta Pembangunan Komplek Sudirman Grand Palace Ditinjau Ulang

Khawatir Sungai Tercemar, Warga Minta Pembangunan Komplek Sudirman Grand Palace Ditinjau Ulang

Komplek Sudirman Grand Palace yang berada di jalan Serma Lian Kosong, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Foto: Efendi.

Sidimpuan, sidaknews.com – Warga di Kelurahan WEK V, Siborang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar segera meninjau ulang pembangunan Komplek Sudirman Grand Palace yang saat ini dalam proses pembangunan di daerah tersebut.

Hal ini karena warga menduga, pembangunan itu akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan, pembuangan limbah menjadi kekhawatiran utama bagi warga, sebab aliran Sungai Batang Ayumi, tepatnya di wilayah pembangunan rumah toko (ruko) tersebut ada lokasi lubuk larangan. Sejak lama, kawasan sungai itu sudah dijadikan lubuk larangan.

“Sebagai warga, saya takut pembangunan itu akan berdampak terhadap lubuk larangan di tempat itu,” ujar salah satu warga, Ammar Ghozali kepada wartawan ketika ditemui, Minggu (10/2).

Lebih lanjut dia mengatakan, hingga saat ini, Sungai Batang Ayumi masih menjadi andalan warga untuk keperluan mandi dan cuci pakaian. Tentunya, dengan dibangunnya komplek itu, maka dikuatirkan warga merasa tidak nyaman lagi untuk mempergunakan air di sungai tersebut.

“Pastinya, limbah yang berasal dari komplek itu juga menjadi kekhawatiran kami, karena air sungai itu masih dipergunakan warga untuk keperluan sehari-hari,” tuturnya.

Aliran Sungai Batang Ayumi

Selanjutnya Ammar menduga bahwa, bangunan komplek Sudirman Grand Palace itu diduga sudah menggunakan aliran daerah sungai (DAS). Apabila dugaan itu terjadi, maka aliran air sungai akan semakin menyempit. Dia meminta kepada Pemko Padangsidimpuan, untuk meninjau ulang bangunan tersebut, sehingga tidak ada yang dirugikan dengan berdirinya bangunan itu.

“Kesimpulannya, jangan mendatangkan manfaat dengan menghilangkan manfaat. Makanya, saya sebagai warga, berharap banyak kepada pemerintah agar pembangunan Sudirman Grand Palace itu ditinjau ulang,” tandasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdi Abdillah mengaku, mendapat laporan dari masyarakat tentang pembangunan Ruko tersebut.

Bahkan, Abdi mengatakan akan melakukan penyelidikan karena adanya laporan dari masyarakat tentang dugaan bangunan tersebut berdiri di DAS Batang Ayumi.

“Kami akan datangkan saksi ahli terlebih dahulu, selanjutnya akan dilakukan penyelidikan,” tuturnya. Menurutnya, selain itu pihaknya juga akan memanggil dinas terkait yang mengeluarkan izin pembangunan Ruko tersebut. Hingga berita ini dilansir, pihak pembangunan Komplek Sudirman Grand Palace maupun dinas terkait berlum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *