Minggu , 18 November 2018
Home » Berita Foto » Kodim 0104/Atim Gelar Penilaian Desa Mandiri

Kodim 0104/Atim Gelar Penilaian Desa Mandiri

Tim penilaian desa Mandiri yang datang untuk melakukan penilaian 3 Desa Mandiri terbaik di wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur.

Langsa, sidaknews.com – Komandan Kodim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis yang diwakili Pasiter Kodim 0104/Atim Kapten Inf Meswanto melaksanakan penilaian Desa Mandiri yang digelar oleh Kodim 0104/Atim, dalam rangka mencari dan menilai 3 Desa Mandiri terbaik di wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur, Selasa (06/11/2018).

Kategori yang dinilai dalam Desa Mandiri ini antara lain Desa yang ber Idiologi Pancasila, sadar hukum, bebas narkoba, Swasembada pangan, memiliki ekonomi mandiri, lingkungan Kamtibmas yang baik, berpendidikan dan memiliki keterampilan, lingkungan sehat, toleransi agama dan karang taruna.

Dandim 0104/Atim melalui Pasiter menjelaskan bahwa Desa Mandiri itu mencerminkan kemauan masyarakat Desa yang kuat untuk maju, dengan dihasilkannya produk/karya Desa yang membanggakan dan kemampuan Desa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Dalam istilah lain, Desa mandiri bertumpu pada trisakti Desa yaitu karsa, karya, sembada. Jika Trisakti Desa dapat dicapai maka Desa itu disebut sebagai Desa berdikari. Karsa, karya, sembada Desa mencakup bidang ekonomi, budaya dan sosial yang bertumpu pada tiga daya yakni berkembangnya kegiatan ekonomi Desa dan antar Desa, makin kuatnya sistem partisipatif Desa, serta terbangunnya masyarakat di Desa yang kuat secara ekonomi dan sosial-budaya serta punya kepedulian tinggi terhadap pembangunan serta pemberdayaan Desa, “terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa membangun Desa dalam konteks UU No 6 Tahun 2014 setidaknya mencakup upaya-upaya untuk mengembangkan keberdayaan dan pembangunan masyarakat Desa di bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan. Konsep tersebut dikenal dengan istilah “Lumbung Ekonomi Desa, Lingkar Budaya Desa, dan Jaring Wira Desa.

Lumbung Ekonomi Desa tidak cukup hanya menyediakan basis dukungan finansial terhadap rakyat miskin, tetapi juga mendorong usaha ekonomi Desa dalam arti luas. Penciptaan kegiatan-kegiatan yang membuka akses produksi, distribusi, dan pasar (access to finance, access to production, access to distribution and access to market) bagi rakyat Desa dalam pengelolaan kolektif dan individu mesti berkembang dan berlanjut, “pungkas Perwira Pertama itu. (Rolly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *