Rabu , 20 Maret 2019
Home » Berita Foto » KOMPIPAK Gelar Unjuk Rasa di Tiga Lokasi di Medan

KOMPIPAK Gelar Unjuk Rasa di Tiga Lokasi di Medan

Suasana unjuk rasa damai oleh KOMPIPAK di Kejati Sumut, Jumat (11/1) lalu.

Medan, sidaknews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pemuda Islam Pejuang Anti Korupsi (KOMPIPAK) melakukan aksi unjuk rasa damai di tiga titik yakni depan kantor DPRD Sumatera Utara, Mapolda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jumat (11/1) lalu.

Gabungan mahasiswa ini terdiri dari Gerakan Muda Pejuang pembaharuan Sumatera Utara (GMP2SU) Asahan, Ikatan Komunikasi Mahasiswa Asahan (IKMA), Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara (AMIN) Asahan, Gerakan Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (GEMPAK) Asahan, Gerakan Mahasiswa Pemuda Islam Nusantara (GEMPIN) Asahan.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta aparat penegak hukum maupun DPRD turun tangan untuk melakukan proses penegakan hukum maupun pengawasan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Asahan karena mereka menduga ada terjadi indikasi penyimpangan pada beberapa proyek di dinas tersebut.

“Kita menduga, adanya dugaan KKN dan dugaan penyalahgunaan kekuasaan di Dinas PUPR Kabupaten Asahan,” ujar Rahman Syahputra Sirait, salah satu koordinator unjuk rasa menyampaikan alasan mereka menggelar unjuk rasa.

KOMPIPAK saat berunjuk rasa

Aksi tersebut, lanjut Rahman, merupakan aksi yang kedua kalinya setelah sebelumnya mereka pernah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas PUPR Asahan beberapa minggu lalu.

“Kami meminta kepada DPRD Sumut Perwakilan dari Asahan, agar menolong rakyat dengan segera membentuk tim khusus atau pengawasan pembangunan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asahan. Rakyat sudah menjerit, terkesan tidak diperhatikan,” tandas Rahman.

Saat beraksi di depan Kantor DPRD, mahasiswa sedikit kecewa karena tidak berhasil menemui satupun anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dari sana, mereka membubarkan diri secara tertib.

Selanjutnyan, puluhan mahasiswa melanjutkan aksinya di depan Mako Poldasu. Di sana, mereka juga melakukan hal yang sama, mereka menuntut agar Kapolda melalui Direskrimsus melakukan pemeriksaan pada sejumlah proyek di Dinas PU Asahan.

“Khususnya proyek yang ada di Kecamatan Meranti dan Sei Kepayang,” ujar Rahman.

Usai menggelar orasi dengan membentangkan sejumlah spanduk, para pengunjuk rasa kemudian ditemui Humas Poldasu Kompol R Silaen. Ia mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang telah membantu memantau dan melalukan kontrol sosial di Kabupaten Asahan.

“Ini akan saya sampaikan kepada bapak Kapolda dan kami akan tindaklanjuti serta meminta kerjasama dari adik adik sekalian, kami juga akan melakukan kerjasama melalui Direskrimsus dengan Polres Asahan untuk segera menyelidiki aspirasi yang menjadi laporan adik-adik mahasiswa ini,” ujar Silaen.

Mendengar tanggapan tersebut, mahasiswa mengatakan mereka akan terus bersinergi dengan Kapolda khususnya dalam memberantas praktik-praktik dugaan korupsi.

“Kami berharap agar secepatnya apa yang menjadi laporan kami untuk segera ditanggapi,” ujar Rahman.

Aksi kemudian, berlanjut di Kejati Sumatera Utara. Hal yang sama juga disampaikan. Mereka ditemui Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sumanggar Siagian.

Siagian juga sangat mengapresiasi kedatangan mahasiswa yang datang dari Kabupaten Asahan.”Kami akan menindaklanjuti apa yang sudah menjadi tuntutan adik-adik,” tandas Sumanggar kepada mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Rahman yang merupakan Ketua GMP2SU ini mengatakan akan segera menambah data untuk melengkapi apa yang menjadi laporan mereka ke kejaksaan.

“Kami akan melakukan aksi lanjutan jika apa yang menjadi tuntutan kami tidak ditindak lanjuti dengan baik,” ujar Rahman.

Sebelumnya, saat KOMPIPAK melakukan aksi unjuk rasa di Dinas PUPR Asahan, Senin (17/12/2018) lalu melalui Sekretaris, Fahmi mengatakan bahwa pihaknya tidak ada melakukan dugaan korupsi, akan tetapi apapun tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan disampaikan kepada pimpinan.

“Tidak ada korupsi di Dinas PUPR karena di tahun 2018, jadi itu belum di audit, untuk pemeriksaan itu nanti saya masih banyak kerjaan,”cetus Fahmi saat menerima aspirasi peserta unjukrasa sembari memegang handpone dan merekam aksi tersebut sebagaimana yang dilansir dari laman poskotasumatera.com. (Efendi Jambak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *