Jumat , 24 Mei 2019
Home » Berita Foto » Kurir Tiga Kilogram Sabu ini Dihukum 18 Tahun Penjara

Kurir Tiga Kilogram Sabu ini Dihukum 18 Tahun Penjara

Didik Sulaiman, terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Senin (15/4). Foto: Rindu Sianipar 

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terdakwa Didik Sulaiman, seorang kurir narkoba jenis sabu seberat tiga kilogram divonis hakim dengan hukuman selama delapan belas tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan hakim yang dipimpin Jhonson Sirait pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (15/4).

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama delapan belas tahun penjara,” terang Jhonson membacakan amar putusannya.

Tidak hanya hukuman badan, terdakwa juga dihukum membayar denda senilai Rp 1 miliar subsider sepuluh bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, hakim menilai terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman selama dua puluh tahun penjara dan denda senilai Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan.

Atas putusan tersebut, terdakwa mengatakan menerima, sementara jaksa Indra Jaya dari Kejari Bintan ini mengatakan pikir-pikir apakah mengajukan upaya banding atau tidak.

Kasus ini berawal saat terdakwa bertemu dengan Joko alias Mansur (DPO) pada sekitar bulan Agustus 2018 di Madura, Jawa Timur. Di sana, terdakwa Didik mendapat perintah dari Mansur untuk membawa narkoba jenis sabu dari Tanjungpinang ke Batam dengan dijanjikan upah Rp 35 juta dan diberikan tiket pesawat dari Surabaya ke Batam serta ongkos perjalanan Rp 5 juta.

Selanjutnya, terdakwa berangkat menuju Batam lalu naik kapal ke Tanjungpinang. Tiba di Tanjungpinang, Didik menuju Pinang City Hotel Tanjungpinang dan menyewa kamar.

Kemudian, seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya (DPO) datang ke kamar yang disewa terdakwa dan menyerahkan satu buah tas ransel yang berisi narkotika dan kemudian ia pergi.

Tidak berapa lama, dua petugas dari Satnarkoba Polres Bintan sebelumnya mendapat informasi mengenai peredaran gelap narkotika datang dan menggeledah kamar yang disewa terdakwa.

Dan dari penggeledahan di dalam kamar tersebut, petugas menemukan satu buah ransel yang berisi tiga paket besar dibungkus aluminium foil yang diduga sabu dan uang senilai Rp 5 juta.

Berdasarkan Berita Acara Penimbangan dari Pegadaian Cabang Tanjungpinang, bahwa tiga paket besar diduga sabu tersebut berat bersihnya yakni 2.987,19 gram. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *