Jumat , 24 Mei 2019
Home » Berita Foto » Mahasiswa Demo Bawaslu Sidimpuan, Minta Usut Kasus Dugaan Politik Uang

Mahasiswa Demo Bawaslu Sidimpuan, Minta Usut Kasus Dugaan Politik Uang

Massa Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah Kabupaten Tapanuli Selatan-Kota Padangsidimpuan, ketika mendatangi Kantor Bawaslu Kota Padangsidimpuan di Jalan Enda Mora, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Selasa(23/04).

Sidimpuan, sidaknews.com – Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah (Himmah) Kabupaten Tapanuli Selatan-Kota Padangsidimpuan mendatangi dan menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Bawaslu Kota Padangsidimpuan di Jalan Enda Mora, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Selasa (23/4).

Kedatangan pengunjuk rasa untuk meminta Bawaslu menindak tegas para pelaku dugaan politik uang dan menuntut pengusutan pada kasus dugaan money politic (politik uang) yang diduga melibatkan “Tim Sukses” dari seorang oknum Caleg yang saat ini ditangani Bawaslu Padangsidimpuan.

“Kasus dugaan money politik ini, harus cepat diproses dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kita mempertanyakan tindak lanjut kasus oknum caleg yang diduga terlibat money politik yang berada di dapil II tersebut,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah Kabupaten Tapanuli Selatan-Kota Padangsidimpuan, Saut Marito Ritonga saat menyampaikan orasinya di depan Kantor Bawaslu Kota Padangsidimpuan.

Pantauan di lapangan, setelah berorasi sebentar, para pengunjuk rasa langsung ditemui Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Padangsidimpuan, Rahmat Azis Hasiolan Simamora.

Di hadapan pengunjuk rasa, ia membenarkan, jika ada satu kasus dugaan money politik yang saat ini ditangani pihaknya. Temuan awal, kasus dugaan politik uang ini melibatkan dua orang perempuan yang diduga suruhan seorang oknum Caleg dari Dapil II Kota Padangsidimpuan.

Awal kasus tersebut ditemukan Bawaslu Kota Padangsidimpuan pada masa tenang Pemilu 2019 yakni pada tanggal 15 April 2019 kemarin. Ia mengutarakan, kasus tersebut masih terus ditangani.

Azis juga menjelaskan dalam penanganan kasus dugaan money politik tersebut, mereka mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 dan Perbawaslu Nomor 31 tahun 2018.

“Dan di Perbawaslu Nomor 31 tahun 2018 tentang Gakkumdu untuk menentukan apakah ada ditemukan suatu pelanggaran pada dugaan kasus tersebut. Ada yang namanya pembahasan pertama, pembahasan kedua, pembahasan ketiga dan pelimpahan kepada kepolisian, lalu pelimpahan ke kejaksaan, lalu pelimpahan ke pengadilan, untuk mendapatkan hukuman yang inkrah,” katanya.

“Nah, pada saat ini, posisi penanganannya masih pada pembahasan pertama. Tanggal 16 April 2017 kemarin kami sudah registrasi kejadian tersebut, sebagai dugaan pelanggaran.

Pembuktian akan kami lakukan. Tiga institusi yang tergabung di Gakkumdu akan bekerja sesuai porsinya. Kami akan melakukan klarifikasi terhadap saksi, pelapor. Dan itu sudah kami layangkan undangan. Maka dari itu, tidak benar kasus ini berhenti,” kata Azis, sapaan akrab Koordinator Divisi Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Padangsidimpuan ini.

Pengunjuk rasa bertemu dan berdialog dengan petugas Bawaslu Padangsidimpuan.

Dikatakan Azis, bilamana dalam penanganan kasus dugaan money politik ini berjalan dan jika terbukti oknum Caleg melakukan pelanggaran sesuai putusan pengadilan, maka sesuai aturan, Bawaslu bisa merekomendasikan kepada KPU Kota Padangsidimpuan agar oknum Caleg didiskualifikasi.

Aziz juga menambahkan, setelah melalui sejumlah tahapan, maka kasus dugaan pelanggaran tersebut akan mulai dilakukan penyelidikan.

“Kami diberi kesempatan paling lama tanggal 7 Mei 2019 mendatang untuk melakukan penyelidikan. Jadi, tidak benar kami mengabaikan hal ini, kami sadar atas keterbatasan personil,” jelasnya.

Unjuk rasa damai tersebut berjalan dengan aman dan tertib dengan pengawalan dari personil kepolisian. Setelah mendapat penjelasan dari  Bawaslu, para pengunjuk rasa membubarkan diri. (Efendi/Sabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *