Kamis , 27 Juni 2019
Home » Berita Foto » Melawan Polisi, Bandar Narkoba di Sumsel Tewas Ditembak

Melawan Polisi, Bandar Narkoba di Sumsel Tewas Ditembak

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menunjukkan barang bukti narkoba dan senjata api rakitan beserta amunisinya.

Palembang, sidaknews.com – Anggota Reskrim Narkoba Polda Sumsel tembak mati seorang bandar narkoba, berinisial MA (29), warga desa Babat kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

MA terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap di dekat Perum Spring Hill Alang Alang Lebar, Kecamatan Talang Kelapa, Kota Palembang sekitar pukul 04.00 Wib dini hari, Sabtu (6/4).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pengungkapan kasus narkoba jenis sabu tersebut dengan cara penyamaran (undercover by).

“Anggota menyamar sebagai calon pembeli. Setelah sepakat, disetujui transaksi di lokasi yang disepakati. Setelah MA datang dengan membawa barang yang dipesan selanjutnya diadakan penyergapan dan penangkapan,” kata Zulkarnain.

Mengetahui polisi datang, sambung Kapolda, MA melawan dengan mencabut pistolnya dan menembak petugas namun tidak mengenai sasaran.

“Karena keselamatan terancam, anggota langsung menembak target hingga mengenai dada sebelah kirinya. Setelah ditembak, ia kemudian dibawa ke RS. Bhayangkara Polda, namun nyawanya tidak bisa di selamatkan dan meninggal dunia,” kata Kapolda.

Dari hasil penyelidikan, sambung Kapolda, MA merupakan jaringan narkoba Riau, Palembang dan Sulawesi yang diduga sudah lama “bermain” dalam memasukkan sabu asal China masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

Kapolda juga menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas dan akan menyikat setiap pelaku kriminal khususnya dalam kasus peredaran narkoba di Sumsel.

“Apalagi jika sampai melawan petugas dan membahayakan keselamatan anggota, saya sikat betul,” tegas Zulkarnain.

Kapolda menambahkan, dari tangan MA, petugas berhasil mengamankan barang bukti tiga bungkus narkoba jenis sabu seberat 3,15 kilogram, satu senjata api rakitan (modifikasi) berjenis revolver dengan 4 peluru dan 1 selongsongnya, 1 buah mobil, 1 hape, 1 dompet, KTP dan SIM serta kunci mobil. (Iskandar Mirza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *