Minggu , 18 November 2018
Home » Berita Foto » Meski Dilorong Gang, Usaha Jok Milik Soleh Daulay Tetap Ramai dan Diminati

Meski Dilorong Gang, Usaha Jok Milik Soleh Daulay Tetap Ramai dan Diminati

-Terpenting Kualitas, Kerapian dan Kepercayaan Itu Kunci Utama

Soleh Daulay (40) sedang menjahit sarung jok pesanan pelanggan, Jum’at (11/8).

P.Sidimpuan, sidaknews.com – Usaha tanpa mengenal lelah dan penuh keuletan itulah yang membuat Soleh Daulay terus berjuang untuk membesarkan usahanya, walau tidak ada merk, walau tidak berada dipingir jalan lintas utama. Namun tidak membuat usaha sarung jok mobil Soleh Daulay sepi dari pengunjung. Silih berganti mobil parkir di depan rumah miliknya di Gg. Usaha Lingkungan IV Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara,Kota Padngsidimpuan.

Kali ini setidaknya ada tiga mobil pribadi dan satu bus menunggu giliran untuk pembuatan sarung jok baru bagi kenderaannya. Namun tidak semua kenderaan yang datang menganti semua jok mobilnya, tapi ada yang hanya Cuma mengganti beberapa jok yang rusak saja atau hanya menjahitkan jok yang koyak.

Ditemui di tempat kerjanya, Jum’at (11/8), Soleh Daulay (40) mengatakan, order pembuatan sarung jok tidak selalu ramai namun insya Allah rejekinya selalu ada.

“Kadang ada lumayan banyak job ordernya namun kadang juga sepi. Tapi usaha ini saya yakin cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,”katanya.

Usaha yang dirintisnya dari tahun 2013 di rumahnya di Lingkungan IV Sihitang awalnya sempat kewatir dari pengunjung karena di rumah baru sekaligus tempat usaha itu jauh dari jalan lintas atau mesti masuk gang sekitar 500 meter dari jalan utama.

Diperparah kondisi lingkungan tempat tinggalnya masih hitungan rumah berdiri, disekelilingnya masih dipenuhi lapangan rumput dan jalan tanah. Namun dia optimis usahanya bisa di kenal orang kalau yang terbaik terus dilakukan.

Menjaga kualitas kerjaan menjadi hal yang utama dilakukan ayah tiga anak ini, walau keterbatasan fisik akibat salah satu kaki tidak bisa berjalan seimbang dan merupakan cacat yang dibawa lahir itu justru menambah semangat hidup Soleh Daulay.

Dia sejak kecil terbiasa bekerja membantu orang tua yang berasal dari keluarga kurang mampu yang hidup dikampung.

Dengan bermodal pedidikan SLTA dia harus bekerja keras menghidupi keluarganya dengan mengandalkan ilmu membuat sarung jok yang dipelajarinya.

Sempat belajar puluhan tahun dan sering berpindah tidak membuatnya menyerah untuk menekuni membuat sarung jok.

“Dari tahun 1996 saya sudah bekerja di bengkel jok dan pernah berpindah. Merasa sudah mampu dan pandai pada Tahun 2003 saya mulai mandiri dan membuka usaha sendiri dengan modal seadanya atau hanya sekitar Rp 500 ribu dan sedikit keringanan dari toko bahan jok memberikan saya berutang dan dibayar setelah barang laku,”katanya.

Usaha jok Soleh Daulay ini memang sudah sangat di kenal saat usahanya berada di pinggir jalan lintas Sumatera di Keluarahan yang sama. Orderan jok selalu ada, namun setelah pindah di usaha baru di Lingkungan IV dan masuk Gang ini ada kekawatiran pelanggan tidak tau alamat dan usahanya semakin tidak dikenal. Namun seiring dengan bergulirnya waktu perlahan tapi pasti usaha ini akhirnya sampai cukup dikenal dan ramai dikunjungi.

Saat ini Soleh Daulay sudah memiliki 2 orang karyawan yang selalu membantunya dalam menyelesaikan tugas pembuatan jok. Pekerjaan menggunting kulit dan menjahit jok serta memasang kedua karyawannya ini sudah tak perlu diajari lagi. Dalam seminggu mereka dapat menyelesaikan dua mobil. Biaya orderan jok setiap mobil juga tergantung jenis kain/kulit atau jumlah jok yang mau dikerjakan. Namun bila dirata-ratakan dalam satu mobil oderan jok mobil berkisar Rp 2,5 juta- Rp 3,5 juta.

“Lumayanlah keuntungannya bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan sedikit menabung,”katanya.
Suami dari Sarianna Batubara (31) dan ayah dari Maulidiah (11) kelas 5 SD, Jalfah Daulay (9) Kelas 3 SD dan Askiah Amanda (6) tetap optimis dengan usaha ini dia mampu hidup mandiri tanpa ketergantungan dengan orang lain. Istrinya sendiri hanya sebagai ibu rumah tangga, namun keluarga ini setidaknya sudah memiliki rumah sendiri walau dengan keterbatasan fisik tersebut.

Dengan bermodal pendidikan SLTA Soleh sangat pandai menghitung harga yang mau dibuat bila ada orang yang ingin mengganti jok mobil. Diakuinya harga yang dibuat tidak mahal karena kalau dibuat mahal orang pasti tidak mau lagi ke tempat usahanya.

“Penting ambil untuk sedikit dan bisa gaji anggota. Dan tetap menjaga kualitas agar tidak parsakalian (jera-red),”pungkasnya.

Sebagai salah satu pelaku usaha kecil tentunya Soleh Daulay ini berharap perhatian pemerintah, mulai dari pembinaan dan pemberian tambahan modal usaha. Usaha jok Soleh Daulay ini menginspirasi banyak orang untuk tidak boleh menyerah atau pesimis dalam hidup ini walapun dengan keterbatasan fisik. Sesungguhnya peluang itu selalu ada asalkan kita bersungguh-sungguh dan tidak mudah menyerah. (sms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *