Minggu , 16 Desember 2018
Home » Berita Foto » Napi Dianiaya Hingga Meninggal, Pihak Keluarga Menuntut Minta Keadilan

Napi Dianiaya Hingga Meninggal, Pihak Keluarga Menuntut Minta Keadilan

*Pihak Polda Sumsel Berjanji Akan Mengusut Tuntas 

Puluhan keluarga korban Napi lapas kls II Muara enim yang meninggal dunia di dalam lapas akibat dianiaya, mereka menuntut keadilan di kanwil hukum dan HAM sumsel.

Palembang, Sidaknews.com – Napi lapas Muara Enim diduga dianiaya akibatnya meninggal dunia. Yuheri (39) warga desa Tebat Agung kecamatan Rambang Dangku kabupaten Muara Enim provinsi Sumatera Selatan meninggal dunia di rumah sakit daerah Muara Enim karena mengalami dugaan penganiayaan di sekujur tubuhnya mulai dari kaki badan hingga kepala.

Menurut keluarga korban almarhum Yuheri meninggal dunia, Kamis (15/11) lalu, setelah beberapa hari masuk rumah sakit karena diduga dianiaya beberapa orang napi serta oknum lapas di dalam sel. Korban masuk lapas baru enam hari karena berantem dengan kades, tapi setelah di dalam lapas dia diduga dianiaya beramai-ramai oleh napi termasuk petugas lapas kls ll Muara Enim.

Tanggal (12/11) tepatnya hari senin, salah seorang keluarga mau membesuk di lapas, tapi tidak bisa karena petugas bilang Yuheri belum boleh di besuk.

“Dari kejadian itulah kami demo ke sini di Palembang Polda dan Kanwil Hukum dam HAM Provinsi Sumatera Selatan, ” kata Feri Asistra koordinator aksi.

Ikut demo keluarga korban bahkan anak semata wayang almarhum. Akibat korban meninggal, anak Yuheri jadi yatim piatu karena ibunya telah lama meninggal dunia lanjut Feri Aristra.

“Kami dari jauh datang ke Palembang minta keadilan dan hukum di tegakkan jangan pandang bulu usut tuntas kasus ini.  Di Polda kami di terima Wadir Reskrimum, beliau berjanji akan mengusut tuntas kasus ini bahkan akan membentuk tim khusus Jatanras sekalian back up Polres Muara Enim koordinasi dengan Kanwil Hukum danHAM Sumsel Feri Aristra,” melanjutkan.

Sedangkan di Kemenhum HAM Kanwil, kami di terima kepala divisi lapas beserta puluhan staf termasuk beberapa kalapas di Sumsel.

“Kakanwil hukum dan ham Sudirman D Huri mengatakan, “terkait kasus ini tiga orang telah di non job kan di tarik ke kanwil di gantikan Plh atau pejabat harian termasuk Ka-lapas dan kepala keamanan. Tiga orang di tarik ke kanwil dan di non job di ganti plh termasuk kalapas dan kepala keamanan,” kata Sudirman. D. Heru.

Kasus ini kita tangani dengan serius dan selidiki secara mendalam, lanjut Sudirman. (lskandar Mirza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *