Sabtu , 25 Mei 2019
Home » Berita Foto » Nelayan Bintan Yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Meninggal Dunia

Nelayan Bintan Yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Meninggal Dunia

Proses evakuasi jenazah La Samuli (30), nelayan Bintan oleh petugas Tim SAR Tanjungpinang. Foto: Basarnas Tanjungpinang

Bintan, sidaknews.com – La Samuli (sebelumnya ditulis La Samudi), nelayan Bintan yang dikabarkan hilang saat memancing dengan menggunakan sampan di perairan Kabupaten Bintan, Minggu (28/4) lalu ditemukan.

Nelayan tersebut ditemukan Tim SAR gabungan pada Selasa (30/4) sekitar pukul 14.00 Wib di Perairan Pulau Air Raja Kec Sri Kuala Lobam Kab Bintan dengan kondisi meninggal dunia.

“Korban telah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia,” ujar Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pencarian Dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Kasi Ops, Eko Supriyanto melalui WhatsAppnya kepada wartawan.

Eko mengatakan, proses pencarian telah dilakukan beberapa hari sejak korban dilaporkan hilang saat melaut oleh pihak keluarga korban.

Setelah ditemukan, lanjut Eko, kini jenazah korban sudah dievakuasi dari lokasi penemuan ke posko Tim SAR dan kemudian diserahkan ke pihak keluarga dan dievakuasi ke RSUD Busung.

Atas penemuan korban, lanjut Eko, operasi bersama Tim SAR gabungan resmi ditutup.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang nelayan Bintan dikabarkan hilang saat memancing dengan menggunakan sampan di perairan Kabupaten Bintan, Minggu (28/4).

Dikatakan Eko, kejadian tersebut awalnya La Samudi pergi mancing bersama dengan saksi an. La Ali dengan sampan yang berbeda di sekitar perairan Anak Lobam, Kabupaten Bintan sekira pukul 23.30 Wib.

Saat itu, sambung dia, cuaca mulai berubah, angin sudah mulai kencang. Bersamaan dengan itu, La Ali memutuskan untuk istirahat di Pulau Anak Lobam dan mengajak korban untuk istirahat di pulau tersebut, namun korban memutuskan untuk terus jalan ke arah pulang.

“Selanjutnya, keluarga korban melapor ke pihak TNI AL bahwa ada keluarga mereka yang belum pulang dan sekitar pukul 10.30 Wib. Sementara, sampan yang digunakan korban ditemukan di pantai Tanjung Keruing oleh nelayan,” kata Eko. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *