Jumat , 22 Maret 2019
Home » Berita Foto » Oknum ASN Bintan ini Divonis Satu Tahun Penjara, ini Perkaranya

Oknum ASN Bintan ini Divonis Satu Tahun Penjara, ini Perkaranya

Riauwati, terdakwa kasus pemerasan dan pengancaman saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Selasa (12/3). Foto: Rindu

Tanjungpinang, sidaknews.com – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan, Riauwati alias Wati yang menjadi terdakwa kasus pemerasan dan pengancaman divonis hakim dengan hukuman selama satu tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim yang dipimpin Acep Sopian Sauri pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (12/3) sore lalu.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama satu tahun penjara,” papar Acep membacakan amar putusannya dalam perkara tersebut.

Hakim menilai terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 368 ayat 1 KUHP tentang Pemerasan dan Pengancaman sebagaimana dalam dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman selama dua tahun penjara.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang saat itu didampingi kuasa hukumnya M Indra Kelana merasa keberatan dan mengatakan akan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT), sedangkan JPU juga mengatakan hal yang sama.

“Kita juga banding, tapi saya akan lapor dulu ke pimpinan,” ujar JPU Gustian dari Kejari Tanjungpinang yang dihubungi usai sidang digelar.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU, kasus ini berawal pada pada Selasa, 13 Februari 2018 sekira pukul 10.26 Wib, seorang warga Harry Adrian Bachri (saksi) datang ke Kantor Camat Bintan Timur untuk melakukan pengurusan perpanjangan Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

Lalu, Harry diarahkan oleh petugas Loket Pelayanan Kantor Camat Bintan Timur untuk masuk ke ruangan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).

Di dalam ruangan tersebut, Harry bertemu dengan terdakwa Riauwati. Selanjutnya, Harry memberikan dokumen persyaratan pengurusan IUMK kepada terdakwa.

Setelah itu, dilakukan pengecekan kelengkapan berkas oleh terdakwa. Lalu, terdakwa pun menyuruh Harry untuk pulang dan apabila Surat Perpanjangan IUMK tersebut sudah siap, maka terdakwa akan menghubunginya.

Sekitar kurang lebih dua jam, kemudian Harry pun menghubungi terdakwa untuk menanyakan perihal surat perpanjangan IUMK tersebut, namun Surat IUMK belum juga selesai.

Sepuluh menit kemudian, terdakwa menghubungi Harry dan memberitahukan bahwa surat tersebut telah selesai dan sudah ditandatangani oleh Camat Bintan Timur dan meminta agar Harry datang ke kantor Camat Bintan Timur.

Ketika Harry telah sampai di kantor Camat Bintan Timur, kemudian terdakwa menyampaikan kepada Harry “kasih dua ratus saja”, lalu Harry kembali menanyakan kepada terdakwa “berapa kak yang betulnya?” lalu terdakwa menjawab “udahlah tambah seratus aja lagi jadi tiga ratus”.

Kemudian Harry pun pergi mengambil uang di ATM-nya dan kemudian kembali ke kantor tersebut dengan membawa sebuah amplop berisi uang senilai Rp 300 ribu dan memberikan uang tersebut kepada terdakwa.

Dan saat terdakwa menerima uang tersebut, tiba-tiba diketahui oleh beberapa orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polres Bintan dan langung mengamankan terdakwa beserta barang bukti terkait.

Bahwa berdasarkan Pasal 22 Permendagri Nomor 83 tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil Jo Pasal 16 Peraturan Bupati Bintan Nomor 29 tahun 2015 tentang Izin Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Bintan mengatur bahwasannya biaya Pelaksanaan pemberian IUMK, Monitoring, evaluasi, serta pembinaan dan pengawasan adalah bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bintan.

Dan dalam hal terdakwa meminta uang pengurusan/administrasi IUMK sebesar Rp 300 ribu kepada Harry adalah diduga perbuatan yang dilarang oleh undang-undang yang mana maksud terdakwa meminta uang pengurusan tersebut adalah untuk terdakwa pergunakan secara pribadi. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *