Rabu , 26 Juni 2019
Home » Berita Foto » Orok Bayi Ditemukan di Areal Perkebunan Tebu di Kelumpang

Orok Bayi Ditemukan di Areal Perkebunan Tebu di Kelumpang

Jasad orok bayi yang sudah membusuk yang ditemukan di areal perkebunan tebu PTPN 2 Kelumpang Kecamatan Hamparan Perak Medan Sumatra Utara, Sabtu (25/5). Foto: Ist

Hamparan Perak, sidaknews.com – Orok bayi yang sudah membusuk ditemukan di areal perkebunan tebu PTPN 2 di Dusun VIII, Pasar III, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak  Medan Sumatra Utara ini, Sabtu (25/5/2019). Penemuan tersebut sempat menghebohkan warga sekitar.

Informasi yang dihimpun, orok bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan pertama kali oleh M (44) dan beberapa rekannya yang saat itu akan melakukan pekerjaannya melakukan perawatan tanaman tebu di areal Perkebunan Tebu PTPN 2.

Saat sedang melakukan pekerjaannya M mencium bau aroma yang tidak sedap. Merasa curiga, lalu ia mencari tahu dari mana asal bau yang menyengat hidung tersebut.

Setelah lama mencari di seputaran kebun, ia akhirnya menemukan jasad orok  bayi yang sudah membusuk yang kondisinya dibungkus sehelai kaos baju di areal perkebunan tersebut tempat lokasi saksi dan rekan rekannya bekerja.

Dengan sigap, M dan rekannya lalu melaporkan kepada pihak security Perkebunan PTPN 2. Dan selanjutnya pihak security Kebun PTPN 2 melaporkan peristiwa penemuan mayat bayi tersebut ke Polsek Hamparan Perak.

Tak lama kemudian setelah menerima laporan dari security, Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak yang dipimpin oleh Kanit Reskrim IPTU Karya Tarigan dan Panit Reskrim IPDA J Siagian bersama Piket Fungsi bergerak cepat untuk mengecek TKP dan melakukan Olah Tempat kejadian perkara.

Kapolsek Hamparan Perak, Kompol Azuar kepada awak media saat di lokasi membenarkan adanya laporan dari warga perihal penemuan sesosok jasad orok bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut.

Dan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa orang tua yang telah tega membuang orok bayi ini di areal perkebunan tebu PTPN 2  ini yang saat ditemukan sudah membusuk.

“Benar, saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Azuar. (Handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *