Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Pelangsir Solar Ilegal ini Dihukum 1,2 Tahun Penjara

Pelangsir Solar Ilegal ini Dihukum 1,2 Tahun Penjara

Darwin Pakpahan, terdakwa kasus Migas saat jalani sidang di PN Tanjungpinang. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menghukum Darwin Pakpahan, terdakwa kasus pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal dengan hukuman selama satu tahun dan dua bulan penjara.

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim yang dipimpin Acep Sopian Sauri pada sidang yang digelar, Kamis (28/2)).

Tidak hanya hukuman badan, hakim juga mengukum terdakwa dengan hukuman membayar denda senilai Rp 500 juta subsider dua bulan kurungan.

Hakim menilai Darwin terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

Atas hukuman tersebut, terdakwa menyatakan menerima, begitu juga dengan jaksa menyatakan hal yang sama.

Sebelumnya, Darwin dituntut jaksa dengan hukuman selama dua tahun penjara dan membayar denda senilai Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa, kasus ini sendiri diungkap Satreskrim Polres Tanjungpinang pada awal bulan Oktober 2018 lalu. Terdakwa ditangkap usai mengisi BBM jenis solar subdisi di salah satu SPBU di Tanjungpinang.

Dalam aksi pelangsiran BBM tersebut, terdakwa menggunakan satu unit mobil, dimana tangki mobil tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga dapat memuat BBM lebih banyak.

Saat diamankan petugas, di dalam mobil yang dibawa terdakwa tersebut ditemukan sekitar Rp 500 liter BBM jenis solar. Terdakwa saat itu tidak dapat menunjukkan surat izin pengangkutan BBM solar tersebut kepada petugas.

BBM solar yang diambil terdakwa dari sejumlah SPBU yang berada di Tanjungpinang tersebut direncanakan akan dijual kembali ke masayarakat dengan harga yang lebih tinggi dari harga penjualan yang resmi di SPBU. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *