Sabtu , 16 Februari 2019
Home » Berita Foto » Pembunuhan Anggota TNI Puslatpur OKU Timur Bermotif Hutang

Pembunuhan Anggota TNI Puslatpur OKU Timur Bermotif Hutang

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara saat mengkonfirmasi tersangka Marlin saat rilis di Mapolda terkait pembunuhan anggota Puslatpur TNI di OKU Timur bermotif hutang piutang, Sabtu (2/2).

Palembang, sidaknews.com – Kasus pembunuhan Anggota TNI yang bertugas di Puslatpur OKU Timur Martapura-Baturaja bermotif hutang piutang.

Sumarlin (35) tersangka tunggal penusukan yang mengakibatkan anggota TNI Kopda ZE yang bertugas di detasemen markas (Denma) pusat latihan tempur atau Puslatpur (Puslatpur) kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mengakui keributan yang akhirnya penusukan di beberapa tubuh korban di akibatkan hutang piutang.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka Sumarlin mengakui korban punya hutang Rp 150 juta namun beberapa kali ditagih tidak digubris atau di bayar. Saat bertemu Kopda ZE di acara pernikahan Desa Tanjung Raya, Kecamatan Belitang I, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Selasa (29/1/2019) pelaku langsung menusuk korban hingga tewas.” ucap Kapolda saat konferensi pers di Mapolda, Sabtu (02/02).

Saat kejadian di desa Mangganan Tanjung Sari Belitang kabupaten OKU Timur di acara pernikahan pesta orgen tunggal (29/01) kami ribut dia aku tujah di perut Punggur dan leher setelah itu aku lari lanjut Sumarlin saat di konfirmasi Kapolda Sumsel lrjen Zulkarnain Adinegara.

Waktu itu kami ribut di panggung orgen tunggal, aku ribut dengan Dio dewean bukan keroyok, lebih lanjut tersangka mengatakan.

“Kapolda mengatakan kasus tewasnya ZN, anggota TNI yang bertugas Puslatpur akan diproses secara profesional, motifnya hutang, tersangka pelaku tunggal, korban ditusuk menggunakan pisau di perut punggung dan leher.

Tersangka terancam hukuman mati karena diduga telah di rencanakan dengan membawa pisau dan sebelum kejadian, tersangka telah mengungsikan keluarga anak istrinya ke Jakarta,” kata Irjen Zulkarnain Adinegara Kapolda Sumatera Selatan.

Tersangka Sumarlin satu hari sebelum rilis menyerahkan diri ke Mapolda dengan diantar keluarga dan anak istri.

Saat rilis, tersangka sempat mengaku menyesali perbuatannya dan menyatakan permintaan maaf kepada keluarga korban termasuk seluruh anggota TNl.

“Aku nyesal minta maaf kepada keluargo korban, anggota TNl,” kata Sumarlin sambil terisak saat Kapolda memberikan kesempatan untuk bicara. Permohonan maaf juga disampaikan tersangka pada istri dan dua anaknya. (Iskandar Mirza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *