Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Pengadilan Tinggi Pekanbaru Vonis Bebas M Apriyandy

Pengadilan Tinggi Pekanbaru Vonis Bebas M Apriyandy

Humas PN Tanjungpinang, Santonius Tambunan.

Tanjungpinang, sidaknews.com – M Apriyandy divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru setelah sebelumnya, ia mengajukan upaya hukum banding.

M Apriyandy sebelumnya divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang dengan hukuman selama lima bulan penjara dengan masa percobaan selama sepuluh bulan dalam kasus dugaan politik uang (money politic) Pemilu 2019 lalu.

Informasi vonis bebas di tingkat banding tersebut diperoleh media ini dari laman resmi https://putusan.mahkamahagung.go.id/pengadilan/pt-pekanbaru, pada Sistem Informasi Peluncuran Perkara (SIPP) PT Pekanbaru yang diregister pada tanggal 1 Juli 2019.

Sebagaimana di laman tersebut, putusan perkara tersebut berdasarkan musyawarah majelis hakim yang dipimpin Dolman Sinaga dan Tahan Simamora dan Hasmayetti sebagai hakim anggota.

Dalam amar putusannya, menerima permohonan banding dari pembanding Penuntut Umum dan Terdakwa tersebut dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang Nomor 182/Pid.Sus/2019/PN Tpg tanggal 24 Juni 2019 yang dimohonkan banding tersebut.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan M. Apriyandi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan terhadapnya, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan (vrijspraak), memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya dalam keadaan seperti semula.

Sementara itu, uang tunai Rp 600 ribu, satu unit handphone merk OPPO Tipe CPH1729, 1 unit handphone merk Lenovo Hitam, 1 Unit handphone merk Samsung warna hitam, Screenshot Chat Whatsapp antara Eni dan Dewi terkait pengumpulan Kartu Keluarga untuk mendukung suara M Apriyandi pada Pemilu 2019, Screenshot Group Whatsapp “KORLAP READY” dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara lain, membebankan biaya perkara kepada negara.

Dihubungi terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Santonius Tambunan mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima salinan putusan resmi dari PT Pekanbaru terkait perkara kasus dugaan politik uang tersebut .

“Informasinya bebas, akan tetapi saya konfirmasi dahulu pada pihak PT Pekanbaru. Nanti saya kabarin lagi ya,” ujar Santonius kepada sejumlah wartawan, Rabu (3/6) sore lalu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, M Apriyandy, terdakwa kasus dugaan politik uang (money politic) pada Pemilu 2019 divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang dengan hukuman percobaan selama lima bulan penjara dengan masa percobaan selama sepuluh bulan.

M Apriyandy sendiri merupakan seorang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Tanjungpinang yang maju melalui Partai Gerindra dengan Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Timur pada Pemilu 2019.

Tidak hanya itu, hakim juga menghukum terdakwa dengan hukuman membayar denda senilai Rp 24 juta subsider satu bulan kurungan. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *