Kamis , 27 Juni 2019
Home » Daerah » Sumut » Belawan » Penyelundupan 28 Burung Dilindungi Digagalkan KPPBC Belawan

Penyelundupan 28 Burung Dilindungi Digagalkan KPPBC Belawan

Petugas KPPBC Belawan menunjukkan barang bukti sejumlah burung yang dilindungi saat konfrensi pers di aula kantor KPPBC Belawan, Senin (15/4).

Belawan, sidaknews.com – Petugas Kantor Pelayanan, Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Belawan berhasil menggagallkan upaya penyelundupan 28 ekor burung yang dilindungi.

Kepala Seksi Penyelundupan dan Pelayanan Informasi KPPBC Belawan, Agus Rinaldo.S menerangkan, keberhasilan pengamanan hewan yang dilindungi oleh Convention On Interntional Trade Endangered Species ( CITES) tersebut bermula dari Tim Patroli Laut KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan pada Sabtu (13/04/2019) lalu  sekira pukul 22.30 Wib.

“Saat melakukan patroli rutin pengawasan antar pulau atas barang tertentu di wilayah perairan Belawan,” kata Agus kepada wartawan saat menggelar konfrensi pers di aula Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan, Senin (15/4).

Dikatakan Agus, saat patroli tersebut, pihaknya telah melakukan penindakan berupa pemeriksaan dan penegahan atas sarana pengangkut laut TUG Boat (TB) Kenari Djaja dengan rute Pulau Buru Ambon-Belawan yang sedang menarik tongkang bermuatan kayu log di perairan Belawan.

“28 ekor burung ini ditemukan di dalam kamar tidur Anak Buah Kapal (ABK) yang disembunyikan dengan membuat ruangan kosong dalam dinding kamar ABK agar dapat mengelabui petugas,” terangnya.

Agus melanjutkan, dari hasil pemeriksaan pada 28 ekor burung yang di amankan diketahui ada 23 ekor burung Nuri Ambon (Alisterus Amboinensis) termasuk Cites Appendix II, 1 ekor burung nuri kepala hitam (Lorius Lory) termasuk Cites Appendix II dan 4 ekor burung kakak tua ( Cacatua sulphurea) termasuk Appendix1.

“Saat itu, petugas juga melakukan pengecekan dokumen perjalanan dan persyaratan untuk membawa pengeluaran hewan yang dilindungi pada sarana pengangkutan dan ternyata diduga tidak dilengkapi oleh dokumen resmi,” lanjutnya.

Ia menambahkan, selain mengamankan satwa dilindungi tersebut, pihaknya juga mengamankan sembilan ABK Tug Boat termasuk nakhoda kapal tersebut. Barang bukti satwa dan awak kapal tersebut kemudian diamankan untuk proses selanjutnya.

Dalam kasus ini, lanjut Agus, para ABK dan nakhoda kapal diduga melanggar pasal 21 ayat 1 dan 2 pada pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

“Dan diduga melanggar Pasal 31 ayat 1 UU Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 150.000.000,” tutupnya. (Handoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *