Jumat , 24 Mei 2019
Home » Berita Foto » Peristiwa Dugaan Pelemparan Pemotor Diselesaikan Secara Kekeluargaan
'

Peristiwa Dugaan Pelemparan Pemotor Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Wakapolres Bintan, Kompol Dandung saat menjenguk MK (20) di RSUD Bintan, Senin (22/4).

Bintan, sidaknews.com – Peristiwa kecelakaan yang diduga disertai pelemparan yang dialami MK (20), seorang pengendara sepeda motor (Pemotor) saat melintas di ruas jalan yang berada di depan Wisma Karya yang berada di Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (20/4) lalu akhirnya terungkap.

Kecelakaan yang diduga disertai pelemparan tersebut akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan (jalur perdamaian-red) antara keluarga korban dan keluarga terduga pelaku pelemparan.

Hal ini, setelah pihak kepolisian juga sudah mengetahui terduga pelaku pelemparan yakni berinisial KW. Demikian dikatakan orang tua MK usai menghadiri rapat mediasi antara pihak keluarga korban dan keluarga terduga pelaku yang dihadiri pihak kepolisian di Mapolsek Bintan Timur, Senin (22/4).

“Ya, kita selesaikan secara kekeluargaan, dengan rincian biaya pengobatan sepenuhnya ditanggung oleh mereka,” kata orang tua korban kepada wartawan usai mengikuti proses mediasi.

Ia juga mengatakan, pasca kecelakaan, saat ini anaknya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan. “Kondisinya saat ini, ia belum bisa makan dikarenakan mulutnya alami rasa sakit, dan berbicarapun masih perlahan-lahan,“ ujar ayah kandung korban MK.

Suasana proses mediasi di salah satu ruangan kantor di Mapolsek Bintan Timur.

Ayah MK mengatakan, dari informasi yang diterimanya, kejadian dugaan pelemparan yang dialami anaknya merupakan aksi spontanitas dari terduga pelaku.

“Benda yang dilempar adalah sebuah senter berukuran sedang. Katanya spontanitas,” ujar ayah MK.

Dikatakannya, saat itu MK sedang membonceng seorang temannya yang datang dari arah KCW hendak menuju persimpangan lapangan bola Antam.

Tepat di depan Wisma Karya, lanjut dia, senter yang terlempar tak sempat lagi dihindarinya hingga mengenai bagian kepala dan langsung terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai MK.

“Saat itu anak saya kesakitan, sementara temannya, telapak tangan kanannya juga terluka, mungkin karena menahan tubuhnya saat jatuh,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasatgas Preventif Polres Bintan, AKP Edy Supandi mengatakan, sangat menyayangkan terjadinya peristiwa dugaan pelemparan tersebut.

“Sudah, kita duduk bersama langsung antara pihak keluarga pelaku yaitu bapak KW bersama paman dan bapak korban,” ujar Kasat Sabhara Polres Bintan ini di hadapan abang kandung maupun sejumlah teman korban.

Dikatakan Edy, mediasi tersebut juga dihadiri Wakapolres Bintan, Kompol Dandung, Kapolsek Bintan Timur, AKP Muchlis Nadjar serta jajaran polisi di bidang terkait.

Selepas bermusyawarah bersama, Wakapolres Bintan dan peserta mediasi langsung menjenguk MK di RSUD Bintan. Tiba di sana, Dandung terlihat berbincang dengan MK.

Ia mengusap dengan lembut kepala MK sembari mencoba menanyakan kondisi korban maupun saat korban mengalami kecelakaan. Dengan berbicara dengan suara terbata-bata MK terlihat menjawab perlahan.

“Saya tidak ingat sama sekali pak, tahu-tahu sudah jatuh,“ tuturnya disaksikan semua yang hadir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pemuda berinisial MK (20) terjatuh dari sepeda motornya saat melintas di ruas jalan yang berada di depan Wisma Karya yang berada di Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (20/4) sekitar pukul 19.15 Wib. Akibat peristiwa itu, korban harus dilarikan ke RSUD Bintan karena menderita luka di beberapa bagian tubuhnya.

Keluarga korban menduga, sebelum terjatuh dari sepeda motor, korban sebelumnya diduga dilempar oleh orang yang tidak dikenal (OTK) saat korban sedang mengendarai sepeda motor. (Alek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *