Rabu , 24 April 2019
Home » Daerah » Aceh » Aceh Timur » Petugas Kamtibmas Gampong ini Ngaku Sudah Setahun Gajinya Belum Dibayar!

Petugas Kamtibmas Gampong ini Ngaku Sudah Setahun Gajinya Belum Dibayar!

Petugas Kamtibmas Gampong Seuneubok Pangou, Mansyari.

Aceh Timur, sidaknews.com – Mansyari, salah seorang Aparat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Gampong Seuneubok Pangou, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur mengaku sudah lebih dari satu tahun gajinya belum dibayar oleh Keuchik (Kepala Desa) Gampong tersebut.

“Sudah setahun lebih gaji saya tidak dibayar oleh Keuchik sejak tahun 2018 silam. Pak Keuchik juga tidak memberi alasan yang jelas kepada saya, namun dengan penuh keangkuhan hal itu selalu dikatakannya di hadapan orang banyak,” kata Mansyari kepada sejumlah wartawan, Kamis (7/2/2019) mengeluhkan upah kerjanya tersebut.

Ia mengutarakan, bukan hanya gajinya yang belum dibayar, semua bantuan Desa yang diklaim dia sebagai haknya juga dipangkas.

“Pak Keuchik pernah mengatakan saat rapat di Meunasah (Balai Desa) bahwa gaji saya tidak akan dibayar lagi. Saat saya datang ke rumahnya untuk meminta gaji, Keuchik bilang disuruh minta sama polisi,” kisah Mansyari kepada wartawan.

“Saya juga dianggarkan bantuan rumah rehab dari dana desa, itu juga tidak diberikan lagi. Harapan saya kepada Keuchik Gampong Pangou, jangan “persekusi” saya seperti ini. Saya juga masyarakat Pangou yang wajib mendapatkan perlakuan yang sama dengan masyarakat lainnya,” pungkas Mansyari.

Sementara itu, Sekretaris Gampong Pangou, Sudirman mengatakan bahwa, dirinya tidak tahu jika ada gaji petugas Kamtibmas di desanya tersebut ada yang belum dibayar. Namun, ia menjelaskan untuk tahun 2018 gaji petugas Kamtibmas ada dianggarkan dan diambil dari dana desa.

“Kalau ada gaji Kamtibmas yang belum dibayar saya tidak tahu, itu silahkan dikonfirmasi langsung dengan Keuchik. Namun, tahun 2018 ada dianggarkan untuk gaji Kamtibmas Desa Seuneubok Pangou yang berjumlah 3 orang,” ucap Sudirman.

Dihadapan Mansyari, saat wartawan mengkonfirmasi hal itu melalui telepon seluler ke Keuchik Gampong Pangou, Idris membenarkan hal tersebut.

“Benar, karena dia ada me*cu*i lembu Gampong satu, di**i maksudnya, tukang a**il uang dia. Jadi kalau mau diperjelas masalah itu, datang ke Gampong jangan diselesaikan di jalan,” kata Idris dalam bahasa daerah kepada awak media.

“Buat terus beritanya, gaji tetap tidak saya bayar, tapi bilang dulu sama dia (Mansyari-red) yang penting nanti sampai di Polres dia harus sanggup mempertanggungjawabkannya, karena ini menyangkut masalah hukum,” sambung Idris.

Idris juga mengatakan bahwa akan melaporkan Mansyari ke pihak yang berwajib atas dugaan kasus penyelewengan dana Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

”Saya telah mengkoordinasi dengan pihak Polsek (Polsek Setempat-red) untuk memeriksa dia terkait masalah dugaan penipuan dana BUMG, bukan Rp 2 juta anggaran tersebut, tapi Rp 6 juta,” jelas Keuchik Seunebok Pangou.

Mansyari yang mendengar pernyataan Keuchik tersebut langsung membantah hal tersebut. “Saya tidak terima dikatakan pe*c*ri, karena lembu tersebut dijual atas persetujuan Keuchik sendiri. Bahkan, Pak Keuchik yang mengeluarkan surat jual beli lembu tersebut,” kata Mansyari.

“Bagaimana saya dikatakan pe*c*ri, kalau lembu BUMG tersebut dijual atas persetujuan beliau, saya tidak habis fikir dengan pernyataan pemimpin seperti itu,” tutup Mansyari sambil menggeleng-geleng kepala. (Yunan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *