Selasa , 25 Juni 2019
Home » Daerah » Aceh » Banda Aceh » PKL di Kota Banda Aceh Semakin Tak Terurus

PKL di Kota Banda Aceh Semakin Tak Terurus

Banda Aceh, sidaknews.com – Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang jalan di hamparan Rumah Toko (Ruko), dan kawasan Taman Kota, Mesjid Raya Baiturrahman, Peunayong, Kota Banda Aceh semakin tidak terurus.

Demikian disebut Razali, salah satu warga Gp Deah Geleumpang, Kec Meuraxa, Banda Aceh kepada media sidaknews.com, Senin (11/6).

Menurut Razali, pedagang PKL semakian menjamur pasca Idul Fitri 1440 H/2019 M, hal itu terlihat sejumlah PKL ada yang menggunakan becak motor, Mobil  Pick up bebas berjualan di sepanjang Jln Chiek Pantee Kulu. Berbagai jenis barang dagangan dijajakan mereka di tengah Kota Banda Aceh.

“Untuk menjaga Kota Banda Aceh bersih, indah lingkungan, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas terkait sudah saatnya untuk menertibkan pedagang PKL agar tidak lagi semrawut dimana-mana,” ujar Razali.

Meski demikian, kata dia, jika ada penertiban PKL yang berjualan di berbagai sudut kota tersebut, sebaiknya pemerintah tidak hanya menertibkan begitu saja, akan tetapi pemerintah harus mampu memfasilitasi tempat berdagang yang layak bagi PKL, tidak jauh dari keramaian sehingga mudah terjangkau oleh konsumen.

“Tentunya bila mana tidak sesuai dengan keinginan PKL dan merasa dirugikan, PKL nantinya akan kembali berjualan di pusat Kota Banda Aceh,” kata Razali yangbmengaku sebagai salah seorang pemerhati lingkungan Kota Banda Aceh ini.

Muhammad Hidayat, S.Sos Kasatpol PP- WH Kota Banda Aceh saat dikonfirmasi mengatakan, jika berdasarkan hasil pantauan oleh laporan anggotanya di lapangan membenarkan bahwa PK5 masih berjualan di sejumlah tempat seperti di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, dan sekitar.

“Umumnya mereka pedagang PKL musiman. Mereka berjualan pasca Idul Fitri, namun seiring berakhir lebaran sebagian dari mereka tidak berjualan lagi. Adapun yang pindah khususnya para PKL yang mengguna becak motor (Bentor), dan mobil bak terbuka pick up,” ujar Muhammad Hidayat.

Untuk menertipkan PKL, kata dia, kedepan pihaknyanakan berkerja sama dengan kepolisian lalu lintas, bila mana perlengkapan SIM/STNK pedagang bermasalah, merasa mobilnya tidak lengkap surat-surat, maka mereka tidak lagi berjualan menggunakan lahan parkir, melainkan akan pindah ketempat yang akan di tempatkan oleh Pemerintah Kota nantinya,” katanya.

Demikian juga pedagang ikan di atas Jembatan Peunayong, sambung dia, meskipun berulang kali mereka ingatkan, para pedagang ini tetap saja berjualan.

“Kita tidak mengambil tindakan tegas karena belum ada tempat lain,” katanya.

Ke depan, kata dia, Walikota sudah merencanakan kepada pedangang ikan di jembatan Peunayong akan diberi tempat yang layak, yaitu dipajak Ikan Banggunan Baru, Komplek TPI Lampulo. Hal ini supaya lebih tertib

“Jika nanti Walikota sudah memfasilitasi tempat, tidak juga mengindahkan, baru bisa kita ambil tindakan tegas,” terang Muhammad Hidayat. (Dicky Marzuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *