Sabtu , 25 Mei 2019
Home » Berita Foto » Polda Jabar Amankan Satu Tersangka Penyebar Berita Hoax

Polda Jabar Amankan Satu Tersangka Penyebar Berita Hoax

Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pengungkapan kasus dugaan penyebaran berita bohong. Foto: Humas Polda Jabar

Bandung, sidaknews.com – Jajaran Ditreskrimsus Polda Jawa Barat kembali mengamankan tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoax) berinisial RGS (45) di wilayah hukum Polda Jabar.

“RGS merupakan warga Kabupaten Cirebon, Jabar,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol.Trunoyudo Wisnu Andiko dalam rilis tertulisnya kepada sidaknews.com, Rabu (15/5).

Penangkapan tersangka, lanjut Truno, berdasarkan Laporan Polisi (LP) Nomor:LPB/147/V/2019/Jabar/Res CRB pada tanggal 30 April 2019 atas nama pelapor Rahmad Saeful Anwar.

Truno juga mengatakan, perkara ini juga sudah dilakukan konfrensi pers kepada awak media di Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jabar, Rabu (15/5).

Dikatakan Truno, kasus ini terjadi pada hari Sabtu (20/4/2019). Dan korbannya adalah PPK Plumbon. Adapun Barang Bukti (BB) yang disita dari tersangka dalam kasus ini yaitu satu unit HP dan Akun Media Sosial (Medsos) Facebook milik pelaku.

Truno menjelaskan secara singkat perkara tersebut yakni kejadian pada hari Sabtu(20/4/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, tersangka mendatangi GOR Pamijahan Desa Pamijahan Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon tempat dilaksanakannya Rapat Rekapitulasi Hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kecamatan Plumbon.

Selanjutnya, tersangka membuat rekaman video secara selfi (sendiri) dengan durasi 45 detik dengan mengatakan “Hari ini Rapat Pleno Terbuka Perhitungan C1 di PPK Kecamatan Plumbon Kabupaten Ceribon, akan tetapi kami merasa aneh sekali Rapat Pleno ini tertutup masyarakat tidak boleh melihat bahkan para para saksi pun itu di persulit untuk masuk…Ha….ini enak-enakan nih petugas-Petugas yang ada di dalam ini mau mengurangi mau menambahi ini kita Viralkan ini Kami Mohon Bantuan dari Saudara Sekalian untuk mem Viralkan, Salam Akal Sehat, Salam 02 Prabowo-Sandi Menang Allahuakbar,” jelas Truno menyampaikan isi konten yang ada dalam video yang diunggah tersangka.

Selanjutnya, sambung Truno, rekaman video tersebut beredar viral di media sosial (medsos) seperti Facebook, Whatt App (WA) dan Youtube.

“Modus operandi RGS, memproduksi sendiri video menggunakan HP milik pribadi, selanjutnya rekaman video tersebut viral di medsos facebook dan Youtube,” ujarnya.

Truno mengatakan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 54a ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan terhadap UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 14 ayat (1) dan Pasal 15 UU No.1 Tahun 1946.

“Dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara dan atau denda dua milyar rupiah,” tutupnya. (Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *