Minggu , 16 Desember 2018
Home » Kepri » Batam » Polda Kepri Gagalkan Upaya Penyelundupan 29 Pekerja Migran Ilegal

Polda Kepri Gagalkan Upaya Penyelundupan 29 Pekerja Migran Ilegal

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga. Foto: Ist

Batam, sidaknews.com – Jajaran Ditreskrimum Polda Kepri menggagalkan upaya penyelundupan 29 pekerja migran Indonesia diduga ilegal.

Para pekerja imigran ini diamankan saat akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur laut yakni di sekitar pantai Batu Besar, Nongsa, Kota Batam, Senin (3/12) malam lalu.

Demikian rilis yang diterima sidaknews.com dari Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga, Kamis (6/12).

“Pengungkapan dugaan tindak pidana perdagangan orang dan penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal,” ujar Erlangga dalam rilis tersebut.

Para pekerja migran tersebut, lanjut Erlangga, berasal dari berbagai daerah yakni 15 orang dari daerah Flores, Lombok 6 orang, Makasar 4 orang, Aceh 1 orang, Bengkulu 1 orang, Medan 1 orang dan Sumba 1 orang.

Tidak hanya para pekerja migran, sambung Erlangga, pihaknya juga mengamankan empat orang pelaku dalam kasus ini. Keempat pelaku mempunyai peran masing-masing.

Keempat pelaku tersebut yakni berinisal Z yang bertindak sebagai penanggung jawab, RM sebagai pemilik kapal pengangkut pekerja migran, M sebagai penampung dan pengantar pekerja migran dan J yang berperan sebagai orang yang mengarahkan pekerja migran saat menaiki kapal.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dalam kasus ini yakni
– Satu buku kwitansi pembelian minyak kapal
– Uang tunai senilai Rp 10.200.000
– Empat unit handphone
– Satu) unit mobil Toyota Avanza warna putih
– Satu unit mobil Mitsubishi Pajero warna hitam silver
– Lima buku paspor yang sudah di black list
– Satu unit kapal pancung dengan dua mesin gantung merek Yamaha 200 PK dan 115 PK.

Erlangga menambahkan, para pelaku akan dikenakan Pasal 2, Pasal 4, Pasal 6 Dan Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 81 Jo Pasal 83 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Dimana ancaman hukumannya paling Lama lima belas tahun penjara,” tutup Erlangga. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *