Jumat , 22 Maret 2019
Home » Berita Foto » Polda Kepri Ringkus Dua Tersangka Kasus Penyelundupan Orang

Polda Kepri Ringkus Dua Tersangka Kasus Penyelundupan Orang

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga saat merilis kasus dugaan penyelundupan orang di Mapolda Kepri, Selasa (12/3). Foto: Ist

Batam, sidaknews.com – Ditreskrimum Polda Kepri mengungkap kasus dugaan penyelundupan manusia (people smugling) dari luar negeri ke wilayah Indonesia.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan dua tersangka yakni masing-masing berinisial MR alias E dan MM alias M yang merupakan pengurus/penampung.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga dalam rilis resminya yang diterima sidaknews.com, Selasa (12/3).

Erlangga mengutarakan, jika kronologis penanganan perkara tersebut berawal pada hari Senin tanggal 11 Maret 2019 sekira pukul 16.00 wib, anggota Subdit IV mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada PMI dari Malaysia tiba di Batam-Indonesia melalui jalur non prosedural (jalur belakang) atau pelabuhan tikus.

Dari info tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan, dan sekira pukul 23.30 Wib anggota Subdit IV mengamankan sebuah kendaraan minibus BP 7046 DC yang memuat diduga korban penyelundupan manusia sebanyak 18 orang beserta satu orang supir di halte depan Legenda Malaka-Batam Kota.

“Setelah dilakukan interogasi, kemudian dilakukan penyelidikan dan pengembangan hingga berhasil mengamankan satu orang pengurus/ penampung di Perumahan Bukit Raya Batam Center,” kata Erlangga.

Tidak sampai di situ, lanjut Erlangga, lalu dilakukan penyelidikan dan pengembangan lagi hingga berhasil mengamankan 19 orang yang diduga korban penyelundupan manusia dan satu orang pengurus / penampung di perumahan Taman Batara Raya-Batam Kota.

“Dari keterangan para korban, mereka adalah PMI yang pulang dari negara Malaysia menuju ke Pantai Tanjung Sengkuang Batam – Indonesia, dengan menggunakan Speed Boat melalui jalur non-prosedural/jalur belakang/jalur tikus,” papar Erlangga.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, kata Erlangga, diperolah keterangan bahwa jumlah keseluruhan PMI yang diduga korban people smugling dan diamankan adalah 37 orang.

Selain itu, dalam kasus ini juga diamankan barang bukti lainnya seperti satu unit mobil minibus warna silver, tiga unit Hape, tiga lembar tiket Pesawat Lion Air.

“Terkait dengan kapal spead boat yang digunakan untuk membawa korban dari Malaysia belum ditemukan,” kata Erlangga.

Erlangga mengatakan, tersangka akan dijerat dengan pasal 120 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *