Senin , 15 Oktober 2018
Home » Berita Foto » Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Pelabuhan Dompak

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Pelabuhan Dompak

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi saat merilis kasus dugaan korupsi proyek pembangunan fasilitas pelabuhan laut Dompak, Tanjungpinang. Foto: Ist

Tanjungpinang, sidaknews.com – Polres Tanjungpinang menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan fasilitas pelabuhan laut Dompak, Tanjungpinang.

Kedua tersangka tersebut yakni berinisial HAR dan BER. HAR merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek. HAR saat ini bertugas di Kantor KSOP kelas II Tanjungpinang.

Sedangkan BER merupakan kontraktor proyek. Ia merupakan Direktur Cabang PT. Karya Tunggal Mulya Abadi, salah satu perusahaan yang ditunjuk selaku penyedia.

“Dalam kasus ini ditetapkan dua tersangka,” demikian rilis tertulis yang diterima sidaknews.com dari Humas Polres Tanjungpinang, Kamis (27/9). Kasus ini sendiri dirilis Polres Tanjungpinang di Mapolda Kepri.

Pembangunan fasilitas pelabuhan laut Dompak tahun 2015 dilaksanakan oleh Kantor KSOP Kelas II Tanjungpinang dengan pagu sebesar Rp. 9.783.700.000,- dan nilai kontrak sebesar Rp. 9.242.350.000.

Yang mana alokasi dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan tahun 2015.

Pekerjaannya terdiri dari persiapan, pekerjaan area pelabuhan, taman parkir, kelengkapan dan perlengkapan, gerbang dan finishing yang dilaksanakan selama 90 hari mulai 29 September – 27 Desember 2015.

Adapun modus dalam kasus dugaan korupsi ini yakni hingga tenggat waktu yang ditentukan, pekerjaan belum terselesaikan bahkan banyak kekurangan dalam hal perlengkapan dan kelengkapannya.

Walau demikian, HAR yang mengetahui hal tersebut diduga tetap memberikan pembayaran penuh kepada penyedia. Dalam hal pembayaran, diduga ada pemalsuan dokumen dengan cara memindai tanda tangan Tim PPHP.

Sementara, BER yang tidak sepenuhnya melaksanakan pekerjaan mengalihkan pekerjaan lanjutan tersebut kepada pihak lain. Dalam kasus ini, kerugian negara diperkirakan Rp. 5.054.740.904,-.

Dalam rilis tersebut juga disebutkan, jika HAR dan BER yang sempat menjadi buron akhirnya dapat ditangkap Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang. Keduanya diamankan di Kediri, Jawa Timur awal pekan ini.

Penanganan kasus ini juga mendapat dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan apresiasi dari Polda Kepri untuk jajaran Polres Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi saat merilis kasus tersebut menyampaikan jika kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Korupsi jo Pasal 55, 56 KUHPidana. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *