Minggu , 26 Mei 2019
Home » Berita Foto » Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Bawah Umur, Tarif Sekali Kencan Rp 1 Juta

Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Bawah Umur, Tarif Sekali Kencan Rp 1 Juta

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali memberikan keterangan kepada wartawan.

Tanjungpinang, sidaknews.com – Satreskrim Polres Tanjungpinang berhasil mengungkap sebuah kasus dugaan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang tersangka masing-masing berinisial B (19), seorang wanita dan H (41), seorang pria. Kedua tersangka mempunyai peran berbeda dalam kasus tersebut.

Sementara, korban dalam kasus ini adalah sorang pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) sebut saja Bunga. Ia baru berusia 17 tahun.

Demikian dikatakan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi melalui Kasatreskrim AKP Efendri Ali kepada wartawan dalam siaran persnya, Jumat (15/1).

“Dua orang tersebut sudah dilakukan penangkapan dan penahanan,” ujar Efendri.

Efendri mengatakan, kasus ini berawal dari dua hari lalu pihaknya menerima laporan dari seorang pria yang melaporkan tentang anaknya yang masih di bawah umur sebut saja Bunga (17) terkait dugaan pencabulan.

Atas laporan tersebut, kemudian diselidiki. Hasilnya, Bunga diduga disuruh oleh tersangka B mendatangi seorang laki-laki yang berada di salah satu hotel di Tanjungpinang.

“Saat tiba di kamar hotel, Bunga disuruh melayani laki laki tersebut dengan iming-iming sejumlah uang,” kata Ali.

Ali mengatakan, antara tersangka B yang diketahui seorang oknum mahasiswi di salah satu perguruan tinggi ini dengan korban berteman.

“Sementara, tersangka B dan H juga berteman dan sudah lama saling kenal,” kata Efendri.

Efendri mengatakan, dalam praktik dugaan prostitusi tersebut, H diduga menyuruh B untuk mencarikan seorang wanita untuk dikencaninya. Atas jasanya tersebut, ia mendapat imbalan.

“Korban dibayar Rp 1 juta. Sedangkan, tersangka B menerima Rp 200 ribu atas jasanya mencarikan cewek untuk H,” kata Efendri sembari mengatakan, tersangka maupun korban mempergunakan fasilitas WA dalam berkomunikasi.

Efendri menambahkan, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang dikabarkan mengamankan terduga pelaku kasus prostitusi online atau daring. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *