Sabtu , 20 April 2019
Home » Berita Foto » Polres dan KPPBC Tpi Amankan Tiga Tersangka dan 5 Kg Sabu

Polres dan KPPBC Tpi Amankan Tiga Tersangka dan 5 Kg Sabu

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi dan Kepala KPPBC Tanjungpinang, Sodikin saat merilis pengungkapan kasus narkoba.

Tanjungpinang, sidaknews.com – Jajaran Polres Tanjungpinang dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjungpinang berhasil mengamankan 5.084 gram narkoba jenis sabu.

Pengungkapan upaya penyelundupan narkoba ini berawal dari penemuan oleh petugas KPPBC Tanjungpinang di gudang kargo Bandara Raja Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, 10 Maret 2019 lalu.

“Ya benar, barang bukti narkoba tersebut diamankan pertama kali di gudang kargo di Bandara RHF. Kemudian kasusnya diserahkan ke kita,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi kepada wartawan saat merilis kasus tersebut, Kamis (28/3).

Saat ditemukan, lanjut Ucok, narkoba tersebut dikemas dalam beberapa buah tas sandang, kemudian dibungkus rapi selayaknya paket kiriman.

Setelah diserahkan, lanjut Ucok, kemudian pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Ketiga tersangka tersebut yakni N, F dan S,” kata Ucok yang saat itu didampingi Kepala KPPBC Tanjungpinang, Sodikin dan Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP R Moch Ramadhanto.

Ucok mengatakan, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing, ada yang berperan sebagai pembungkus paket, pengirim dan calon penerima paket tersebut.

“Memiliki peran masing-masing,” kata Ucok.

Dikatakan Ucok, ketiganya diamankan di waktu dan tempat berbeda. Tersangka N diamankan di Surabaya saat menunggu paket kiriman. Sedangkan F diamankan di Bandung dan S di Batam.

“N tercatat warga Surabaya, sedangkan dua lagi asal Batam,” kata Ucok.

Selain mengamankan barang bukti 5084 gram sabu, sambung Ucok, dari hasil pengembangan, pihaknya juga menemukan narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 1058 butir dan 13 gram narkoba jenis sabu dari kediaman tersangka N di Surabaya.

Ucok menambahkan, pengungkapan kasus ini berkat kesiapan dan koordinasi yang baik semua unit di lapangan, baik pihak KPPBC, Bandara maupun komponen usaha ekspedisi secara intens memberikan informasi.

“Kita juga bekerja sama dengan Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ramadhanto mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, narkoba tersebut direncanakan akan dibawa dan diedarkan di Surabaya serta Makassar.

“Sedangkan barang tersebut berasal dari luar negeri. Jaringan narkoba ini masuk dalam jaringan antar provinsi,” ujar Ramadhanto.

Ramadhanto menambahkan, paket narkoba yang diamankan dikirim melalui jasa sebuah ekpedisi ini dari Tanjungpinang ke alamat yang ada Surabaya dan Makassar.

“Namun, alamat penerima di Makassar sebagaimana tertulis dalam paket ternyata fiktif. Alamat itu, ternyata rumah kosong. Sedangkan di Surabaya, kita mengamankan tersangka N saat menunggu paket di sebuah kantor ekpedisi di sana,” kata Kasat sembari menambahkan kasus ini masih akan terus dikembangkan.

Ucok menambahkan, ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *