Rabu , 22 Mei 2019
Home » Berita Foto » Polres Malra Selidiki Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur

Polres Malra Selidiki Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur

Kapolres Malra, AKBP Indra Fadhilla Siregar bersama istri, Ny Rachmi Indra saat menjenguk N dengan membawa bingkisan boneka untuk menghibur seorang anak diduga korban pencabulan.

Malra, sidaknews.com – Kapolres Maluku Tenggara (Malra), AKBP Indra Fadhilla Siregar memastikan penanganan kasus dugaan pemerkosaan gadis di bawah umur di Kecamatan Kei Besar sementara berjalan dan dalam penanganan intensif Polres Malra.

Hal ini diungkapkan Kapolres kepada awak media ketika bersama istri, Ny Rachmi Indra menjenguk korban yang sementara dalam penanganan medis di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Ibu Kapolres, Ny Rahchmi indra turut membawa bingkisan boneka untuk menghibur anak korban pencabulan.

Indra menjelaskan, korban dugaan pencabulan tersebut berinisial N merupakan anak gadis yang masih berusia 2 tahun.

Lanjut Indra, kejadian memilukan ini diketahui pihaknya bermula pada tanggal 4 Maret 2019, dimana pihaknya mendapat laporan bahwa ada anak hilang dari warga.

“Kita terima laporan bahwa anak ini hilang sekitar 05.00 WIT dan ditemukan sekitar 07.00 WIT, dan itu artinya N dua jam telah hilang dari rumahnya,” katanya.

Anak tersebut, kata Kapolres, ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi rumah anak tersebut, yakni di tengah jalan, ditemukan dipinggir jalan oleh seorang sopir angkot (saksi) pada sekitar pukul 07.00 WIT.

“Ketika ditemukan korban mengalami luka pada daerah alat vital si anak, setelah itu kita bawa korban ke RSUD Karel Sadsuitubun Malra untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Dari hasil keterangan medis sementara, ada pengrusakan secara paksa dibagian sensitif korban yang masih berusia 2 tahun lebih itu,” katanya.

Kapolres mengutarakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus dari Satreskrim Polres Malra, yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim untuk menuju ke lokasi, dimana dilakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.

“Setelah Tim kembali, tadi sore kita sudah mendapatkan hasil-hasil yang bisa kita teruskan untuk penyelidikan ke arah depan. Hasil olah TKP sudah dilaksanakan, dimana sudah ada sampel di bagian tubuh korban yang kemudian akan kita diperiksa di laboratorium,” tambahnya.

“Korban masih dibawah umur, yang perlu kita lakukan sekarang memulihkan si korban itu yang penting, baik dari kesehatan jasmani dan mentalnya, psikologisnya harus dibangun dulu,” ujarnnya lagi.

Dikatakan, pihaknya sudah mengambil keterangan dari korban, namun karena masih anak kecil perlu adanya pendampingan.”Terkait pelaku, untuk pelaku sendiri masih kita cari, ini yang membedakan dengan kasus serupa sebelumnya dimana sebelumnya kita langsung dapat menangkap pelakunya, sedangkan kasus yang menimpa N perlu kita mencari tahu. Jadi saat ini belum mengarah siapa pelaku, saksi-saksipun minim,” ujarnya.

Ia mengharapkan masyarakat, khususnya keluarga korban tetap tenang dan tetap mempercayakan penyidikan kepada pihaknya.”Tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu kamtibmas ataupun proses penyelidikan maupun penyidikan itu sendiri,” ujarnya.

“Kami pada prinsipnya maksimal untuk penanganan kasus ini, dan kami sangat menyayangkan. Belajar dari kasus ini, keamanan warga menjaga diri dan keluarganya masih minim, dimana pelaku dapat leluasa masuk ke rumah mengambil dan membawa korban yang masih dibawah umur, tambahnya.

“Kedepan, hal perlu kita koreksi bersama yakni pengamanan terhadap keluarga kita agar diperdalam dan diperketat lagi,” tutup Kapolres Malra. (Aladin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *