Minggu , 16 Desember 2018
Home » Berita Foto » Polresta Bogor Kota Tanggap Bencana Angin Puting Beliung di Dua Kecamatan

Polresta Bogor Kota Tanggap Bencana Angin Puting Beliung di Dua Kecamatan

Anggota satlantas polresta bogor kota membantu warga dan petugas membersihkan pohon tumbang yang bersarakan di jalan akibat bencana hujan dan disertai angin puting beliung.

Bogor, sidaknews.com – Musibah bencana alam hujan yang disertai angin puting beliung di wilayah hukum Polresta Bogor kemarin yang mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa di dua kecamatan yakni, di kecamatan bogor selatan dan kecamatan Bogor timur dan kecamatanBogor Selatan.

Adapun korban di kecamatan Bogor timur satu 1 orang meninggal dunia, 20 pohon tumbang, 5 kenderaan rusak di timpah pohon dan 848 rumah warga rusak berat dan ringan. Sementara di kecamatan bogor selatan, 1 orang meninggal dunia atas nama Enny reno (46) korban meninggal diakibatkan pohon tersebut menimpah kenderaan yang di tumpangi korban.

“Hal ini dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol.Trunoyudo wisnu andiko,S.IK kepada sidaknews.com. jum’at (7/12/2018).

kemudian terang Truno, dari peristiwa bencana angin puting beliung di ketahui terdapat 5 kenderaan tertimpah pohon tumbang, 20 pohon tumbang akibat angin puting beliung, 10 pohon di kelurahan lawang gintung, 7 pohon di kelurahan cipaku dan 3 pohon di kelurahan batu tulis, adapun kerusakan yang di akibatkan bencana alam angin puting beliung,mengakibatkan 770 rumah rusak berat dan ringan,”Ucap truno.

Sementara di kecamatan bogor timur, kerusakan rumah yang terjadi di kecamatan bogor timur yang di akibat puting beliung yaitu sekitar 78 rumah rusak berat dan ringan.

“Akibat dari kejadian tersebut langkah-langkah yang di ambil oleh pihak kepolisian di wilayah hukum bogor kota, untuk melakukan evakuasi korban yang meninggal dunia dan korban luka ke rumah sakit, melakukan rekayasa jalur lalu lintas, mendata rumah yang rusak akibat bencana tersebut,mengevakuasi kenderaan roda 4 yang mengalami kerusakan akibat di timpah pohon tumbang, membersikan pohon-pohon tumbang maupun meterial bangunan yang memghalangi atau menutup jalan, mendirikan tenda peleton untuk tempat sementara bagi pengungsi atau korban rumahnya yang terkena puting beliung dan berkoordinasi dengan Pemkot dan BPBD Kota Bogor untuk penangan korban selanjutnya, “ujar truno. (rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *