Sabtu , 25 Mei 2019
Home » Berita Foto » Polsek Ilir Timur I Gelar Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan di Tempat Kos

Polsek Ilir Timur I Gelar Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan di Tempat Kos

Polsek Ilir Timur I saat menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan yang berujung korban jiwa di sebuah tempat kos pada Rabu (15/5). Foto: Iskandar Mirza

Palembang, sidaknews.com – Polsek Ilir Timur l Palembang menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban jiwa di kos ‘Afni” Kamboja Palembang. Proses rekonstruksi langsung dipimpin Kapolsek Ilir Timur l, Kompol Edy Rahman, Rabu (15/5).

Rekonstruksi menghadirkan lima saksi dan memperagakan 15 adegan. Selain itu, polisi juga menghadirkan Indra Setiawan, yang menjadi tersangka utama dalam kasus penganiayaan ini.

Sedangkan tersangka IJ, yang saat ini masih buron, dalam rekonstruksi tersebut, perannya digantikan seorang petugas. Tersangka Indra Setiawan memperagakan tiap adegan dari awal hingga akhir.

Sekedar diketahui, Kapolsek Ilir I, Kompol Edy Rahman mengatakan kasus penganiayaan dengan korban meninggal dunia bernama Niko Pratama ini terjadi pada 12 April 2019 lalu sekitar pukul 2.30 Wib di sebuah tempat kos “Afni” di Jl. Kamboja Palembang.

Kejadian berawal saat tersangka Indra Setiawan dan IJ (DPO) bersama beberapa temannya sedang nongkrong dan bernyanyi di depan kos Afni.

Tidak lama, datang korban menggunakan sepeda motor ke salah satu kamar kos perempuan. Tidak lama kemudian dari kamar kos tersebut terdengar suara letusan diduga berasal dari senjata api.

Kemudian korban Niko Pratama keluar menggunakan sepeda motor dan menabrak tersangka Indra Setiawan hingga jatuh persis di depan pintu gerbang kos.

Selanjutnya terjadi keributan antara korban dan dan tersangka Indra Setiawan dan IJ. Karena kalah dikeroyok dua orang, korban lari meninggalkan sepeda motornya untuk meminta bantuan ke warga sekitar, namun tidak ada yang berani membantu.

Akhirnya korban berhasil dikejar tersangka Indra Setiawan dan menangkapnya kemudian korban ditusuk menggunakan pisau hingga korban terluka di beberapa bagian tubuhnya, sedangkan IJ memukul badan korban menggunakan gitar.

“Setelah itu, kedua tersangka melarikan diri, sedangkan korban berdiri mau minta pertolongan, akan tetapi tidak ada yang menolong akhirnya ia jatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Kapolsek.

Edy Rahman mengatakan rekonstruksi tersebut memperagakan 15 adegan, satu tersangka dalam kasus ini belum tertangkap dan ditetapkan sebagai DPO berinisial IJ.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan empat luka tusukan. Ini kasus pengeroyokan hingga mengakibatkan korban tewas. Sedangkan motifnya diduga karena dendam lama,” lanjut Kapolsek. (Iskandar Mirza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *