Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Puluhan Tahun Jalan Rusak, Perokonomian di Wilayah Belanakan Subang Terhambat

Puluhan Tahun Jalan Rusak, Perokonomian di Wilayah Belanakan Subang Terhambat

Subang, sidaknews.com – Pertumbuhan perokonomian masyarakat di ujung utara Subang tepatnya di Desa Cilamaya Girang dan Cilamaya Hilir, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang terhambat karena salah satu faktor penunjang yaitu inprastruktur jalan terpantau kondisinya rusak parah. Akibatnya mobilisasi kegiatan ekonomi warga terkendala dan berdampak rendahnya harga penjualan hasil pertanian.

Informasi dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun media Sidaknews, jalan yang terletak di dua desa sudah cukup lama tidak tersentuh perbaikan, sejak tahun 1990 hingga sekarang belum mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Desa Cilamaya Girang dan Desa Cilamaya Hilir.

Padahal walaupun jalan tersebut merupakan jalan alternatif, namun keberadaanya ramai dilalui masyarakat, baik para pejalan kaki maupun pengendara roda dua, bahkan kendaraan roda empat alias mobil, pasalnya jalan tersebut merupakan akses utama khususnya bagi para petani dalam melakukan kegiatannya bercocok tanam.

“Saya juga tidak mengerti mengapa jalan ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah, padahal kalau pemerintah mau memperhatikan jalan ini seharusnya sudah dibangun. Kalau musim hujan jalan ini sama sekali tidak dapat dilalui,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Pada Kamis (20/06/2019)

Lebih lanjut kata salah seorang warga, bahwa dengan kondisi jalan yang buruk seperti ini, sangat merugikan karena berakibat rendahnya nilai jual berbagai hasil pertanian, sehingga petanipun merugi, tapi apa boleh buat karena bertani satu – satunya sumber kehidupan sehingga mereka tetap bertahan walau dalam kesulitan, harapan petani perbaikan jalan tentunya akan membantu meningkatkan nilai jual hasil panen para petani, karena harga sangat terpengaruh dengan kondisi inprastruktur jalan sebagai pasilitas utama memudahkan lancarnya mobilisasi angkutan hasil pertanian.

“Saya meminta kepada pemerintah derah maupun kabupaten, untuk segera memperbaiki inprastruktur jalan ini karena kami khususnya para petani jalan merupakan hal terpenting sebagai penunjang untuk memudahkan segala kegiatan ekonomi,” pungkas salah seorang petani warga sekitar. (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *