Jumat , 22 Maret 2019
Home » Berita Foto » Purnawirawan Polri Ditemukan Meninggal Dunia di Tepi Pantai

Purnawirawan Polri Ditemukan Meninggal Dunia di Tepi Pantai

Jenazah Matheus Leunupun (63) sebelum dievakuasi petugas dari tepi pantai yang berada di belakang Pasar Ikan Tual, Selasa (12/3). Foto: Ist

Tual, sidaknews.com – Matheus Leunupun (63), seorang Purnawirawan Polri ditemukan tak bernyawa di tepi pantai yang berada di belakang Pasar Ikan Tual, Selasa (12/3).

Informasi yang diterima dari Ps Paur Humas Polres Malra, Bripka Husin Jaya Korwaka menyebutkan, Matheus Leunupun ditemukan sekitar pukul 09.00 WIT dan sudah tak bernyawa.

Kronologis penemuan jasad tersebut, menurut Husin, yakni sekitar pukul 09.00 WIT jasad Matheus pertama kali ditemukan oleh saksi Sabar Elwuar (anggota Sat Pol PP Kota Tual) yang saat itu bertugas di terminal pasar Dullah.

“Saksi pergi ke pantai belakang pasar ikan dengan maksud untuk buang hajat, namun belum sampai di tujuan, saksi melihat ada seseorang yang terbaring di pesisir pantai dengan posisi tertelungkup”, ujar Husin.

Lanjut Husin, saksi langsung kembali ke Terminal Pasar Dullah dan melaporkan apa yang dilihatnya kepada rekan-rekannya di Sat Pol PP dan dua anggota Polres Malra yang juga kebetulan berada di pasar.

Setelah itu, lanjut dia, saksi bersama rekan-rekan dan 2 anggota Polres Malra serta masyarakat setempat langsung ke TKP melihat tubuh Matheus yang sudah tak bernyawa.

Husin menjelaskan, keterangan yang diperoleh dari keluarga korban Steven Laipiopa yang berada di TKP, membenarkan jasad itu adalah Matheus Leunupun (63), purnawirawan Polri yang beralamat di USW Sinar Pagi Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual.

“Dari keterangan keluarga korban menyatakan, korban diduga sedang mengalami sakit stroke ringan dan baru sekitar satu bulan berada di kota Tual mengikuti istrinya sekaligus melakukan perawatan,” kata Husin.

Sementara itu, masih kata Husin, berdasarkan keterangan istri korban Lili Laipiopan juga menyebutkan, sehari sebelumnya yakni hari Senin tanggal 11 Maret 2019 sekitar pukul 15.00 WIT, Almarhum menyampaikan kepada istrinya bahwa korban hendak pergi ke laut untuk memanah ikan.

“Namun, saat itu istrinya tidak mengijinkan karena kondisi suaminya yang lagi sakit,” ujarnya. Sesaat kemudian, Lili mengecek suaminya di kamar, namun yang bersangkutan sudah tidak berada di dalam rumah,” terangnya.

Husin mengutarakan, langkah yang diambil kepolisian adalah mengamankan TKP, dan mengevakuasi jenazah korban dari TKP ke jalan umum, tempat mobil ambulance, namun mengalami kendala dikarenakan jalan/lorong ke sana agak terjal dan sempit.

“Maka untuk mengevakuasi korban, Kapolsek Dullah Selatan Ipda Edison berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina Tual untuk pinjam pakai speed boad milik pertamina yang digunakan mengevakuasi jenazah dari TKP ke pelabuhan Fery Tual,” ujar Husin.

Pukul 10.15, lanjut dia, jenazah korban yang sudah dimasukkan ke kantong mayat berhasil dievakuasi ke pelabuhan Fery Tual. Dan saat tiba di pelabuhan Fery, Usman Tamnge, Wakil Wali Kota Tual sudah berada di lokasi untuk melihat secara langsung warganya tersebut.

“Korban yang sudah tak bernyawa kemudian di bawa ke RSUD Karel Satsuitubun Langgur menggunakan Ambulance milik Dinkes Kota Tual untuk mendapat penanganan medis. Berdasarkan visum dokter RSUD Karel Sadsuitubun Langgur Malra, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tutup Husin. (Aladin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *