Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Daerah » Babel » Rencana Kunjungan Ketua DPR ke Babel, Sejumlah Persiapan Dilakukan Panitia

Rencana Kunjungan Ketua DPR ke Babel, Sejumlah Persiapan Dilakukan Panitia

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan (pakai masker).

Jakarta, sidaknews.com – Rencana kunjungan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, Ketua Komisi II beserta rombongan pada hari Kamis (18/7) ke Provinsi Bangka Belitung khususnya ke bagian utara pulau Bangka/Belinyu merupakan hal yang sangat penting.

Mengingat kunjungan Rombongan Legislator Senayan (DPR RI-red) dapat melihat secara langsung berbagai persiapan normatif dan administratif pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Kepulauan Bangka Utara.

Oleh karena itu Panitia Pelaksana menggagas konsep acara dengan sebaik mungkin dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak baik dengan Protokoler DPR RI dan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan (Kep.) Bangka Belitung (Babel).

Hal ini terlihat saat Panitia Pelaksana, Forum Komunikasi Daerah (Forkoda) melaporkan rencana pelaksanaan penyambutan Ketua DPR RI beserta rombongan kepada Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan di Restoran Sate Senayan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (9/7) kemarin.

“Pak Gubernur menyarankan agar kita panitia berkomunikasi dengan protokoler DPR RI baik dari segi round down acara, waktu kedatangan kemudian dikomunikasikan ke pihak Pemprov Babel,” jelas Johny Firmansyah, Sekretaris Panitia Pelaksana kegiatan tersebut kepada awak media.

Ia juga menuturkan, acara penyambutan Ketua DPR RI yang dikemas dengan Sedekah Adat Masyarakat Bangka Utara membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, pihak panitia mengajukan permohonan bantuan nyata dari Pemprov Babel.

“Alhamdulillah, Gubernur memberi respon positif,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Forkoda Bangka Belitung, Heru Khailani sangat mengapresiasi dukungan Gubernur terkait kegiatan ini. “Dukungan Beliau (Gubernur-red) terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bangka Utara ini sudah sangat luar biasa sekali,” ujar Heru.

Pertemuan dengan Gubernur, Heru memaparkan bahwa hal tersebut sudah jauh-jauh hari sudah dikomunikasikan. Pertama, panitia ingin melaporkan persiapan pelaksanaan penyambutan kunjungan Ketua DPR RI beserta rombongan.

“Kemudian mengingat padatnya waktu Gubernur, khawatir kalau di Bangka tidak optimal dalam berkomunikasi maka memutuskan pertemuan disini (PIK-red),” ujarnya.

Pantauan awak media, kedatangan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, Selasa (9/7) sekitar pukul 16.30 WIB disambut oleh Ketua Forkoda PP DOB Kabupaten Bangka Utara beserta jajarannya baik yang datang langsung dari Bangka Belitung maupun yang ada di Jakarta, Panitia Pelaksana, dan Masyarakat Bangka Belitung yang ada di Jakarta.

Tampak Gubernur berbicara serius dan memberikan arahan-arahan kepada panitia pelaksana. “Saya siap dan mendukung menyambut kedatangan Ketua DPR RI berserta rombongan,” ucap Erzaldi secara singkat kepada awak media saat itu.

Sebelumnya ditempat berbeda Ketua Team Formatur Forum Komunikasi Daerah (Forkoda) yang juga Ketua Team Bedepeng, Ir. Iwan A Nahwani mengatakan pembentukan Kabupaten Bangka Utara dapat diwujudkan karena selain merupakan kawasan wilayah strategis Nasional dimana Pangkalan TNI AL ada di Natuna, pemekaran Bangka Utara ini juga dinilai penting untuk segera dilaksanakan karena merupakan ujung Alur Laut Kepulauan Indonesia (AĹKI) Zona Ekonomi Indonesia untuk lalu lintas kapal antar benua.

“Jadi 2 alasan penting itu yang membuat Bangka Utara ini dibentuk,” kata Wakil Ketua Forkoda, Ir. Iwan A Nahwani saat ditemui awak media di rumah makan Remboelan, Plaza Senayan Jakarta, Jumat (5/7) lalu.

Bangka Utara, kata dia, adalah bagian dari Provinsi Bangka Belitung induk yang mau dimekarkan menjadi Kabupaten Bangka Utara, dan sudah sangat layak dimekarkan karena syarat-syarat untuk pemekaran baik dari Peraturan Pemerintah maupun Undang-undang Daerah sudah selesai.

“Untuk kajian-kajian, akademis, jumlah penduduk, luas wilayah, pendapatan daerah, sumber daya untuk menjalankan pemerintahan yang akan dibentuk juga sudah selesai semua,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota team Bedepeng di Jakarta, Mustika Sani, SH, MH. Bahwa pembentukan Kabupaten Kepulauan Bangka Utara memang merupakan keniscayaan baik ditinjau dari perspektif pertimbangan Kepentingan Strategis Nasional (KSN) sesuai Pasal 31 ayat (4) dan Pasal 49 UU RI No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, maupun realita kehendak masyarakat yang diprakarsai serta dimotori oleh Forkoda Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Kepulauan Bangka Utara.

Kemudian didukung Pemkab Bangka dan Pemprov Babel yang telah melakukan berbagai persiapan untuk membentuk DOB tersebut, sebagaimana diatur oleh Bab VI mengenai Penataan Daerah, khususnya Paragraf 1 mengenai Pemekaran Daerah.
“Oleh karenanya kunjungan silaturahmi Ketua DPR RI beserta Ketua Komisi II dan rombongan yang direncanakan pada hari Kamis, 18 Juli 2019, ke daerah Kepulauan Bangka Utara tersebut, menjadi amat penting.

Beliau dapat melihat berbagai persiapan normatif dan administratif DOB, terutama fakta mengenai cukup terbukanya posisi geografis yang membutuhkan penguatan sebagai bagian strategis dari Ketahanan dan Kedaulatan Nasional, potensi Ekonomi berskala Nasional, Keunikan Adat Budaya, dan secara historis daerah tersebut adalah sebuah Karisidenan (Belinyu) seperti empat Karisidenan lain di Pulau Bangka yang sejak Provinsi Babel terbentuk sudah menjadi Kabupaten, yang merupakan suatu fakta bagi pertimbangan KSN sehingga bisa segera dibentuk Pansus,” pungkas Mustika. (Fajri/Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *