Senin , 10 Desember 2018
Home » Berita Foto » Resiko Pembangunan, Jalan di Karawang Terancam Rusak

Resiko Pembangunan, Jalan di Karawang Terancam Rusak

Nampak mobil truk pengangkut tanah urugan melintas di jalan Purwakarta.

Purwakarta, sidaknews.com – Adanya Proyek diwilayah Kecamatan Cilamaya Kabupaten Karawang, diduga beberapa ruas jalan yang terancam rusak akibat lalulalang kendaraan besar bermuatan tanah merah untuk pengurugan.

Beberapa waktu lalu melalui beberpa media online, bahwa Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana kesal karena jalan Karawang rusak akibat lalulalang kendaraan pengangkut tanah yang katanya dari Kabupaten Purwakarta, yaitu dari Cikopo, Kecamatan Bungursari, hal tersebut mendapat reaksi  berbagai pihak, karena Bupati Karawang menyebut Bupati Purwakarta untuk menutup galian di Purwakarta.

Lokasi proyek TNI AURI, Cikopo Purwakarta.

“Kalau memang benar jalan di Karawang rusak karena disebabkan galian, kenapa gak perintahkan saja anak buahnya, untuk menyetop kendaraan tersebut masuk wilayah karawang, lagi pula kendaraan pengangkut tanah galian di Kabupaten Subang juga ada, mereka arahnya ke Karawang, dan melintasi jalan Purwakarta, tapi masyarakat Purwakarta diam saja, karena memaklumi itu merupakan resiko daripada adanya pembangunan,” ujar Uche Sekretaris Ormas PROJO Purwakarta.

Teguh Juarsa (kasi Dal Ops) Sat Pol PP Kabupaten Purwakarta. Rabu (10/10) mengatakan,” Namun demikian pihak kami sebagai Satpol PP, menyikapi kabar tersebut melakukan sidak di beberapa tempat terutama di lokasi Cikopo yang di sebut Bupati Karawang, dan yang saya tahu, proyek Cikopo merupakan proyek pembangunan lapangan Helipad TNI AURI, dan karena dalam penataan ada kelebihan tanahnya harus di buang,  tentunya ke yang membutuhkan,” pungkasnya.

Hal tersebut membuat Frieliyanto atau akrab disapa Abeh, selaku Ketua LSM TOPAN (Tim Operasional Penyelamatan Aset Negara) Purwakarta angkat bicara, ” Sebaiknya Bupati Karawang dalam mengatasi masalah jalan rusak, jangan mengkambing hitamkan Purwakarta, kenapa gak Subang sekalian minta bupatinya menutup galian,” tandasnya.

Lebih lanjut Freiliyanto mengatakan, ” Karawang lagi gencar – gencarnya banyak proyek pembangunan, namanya pembangunan pasti ada dampaknya, apalagi katanya dampak proyek tersebut merusak jalan, itukan proyek Pertamina alias perusahaan negara, dan untuk proses kebutuhan matrial tanah yang sesuai tersebut ada di Purwakarta, adapun dampak buruknya janganlah bawa – bawa yang bukan wilayahnya.” pungkasnya. (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *