Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Saksi Penangkap Tak Hadir, Sidang Kasus 50 Kilogram Sabu Ditunda

Saksi Penangkap Tak Hadir, Sidang Kasus 50 Kilogram Sabu Ditunda

Ketua PN Rantauprapat, Khamozaro Waruwu (pakai kaca mata) saat memberikan keterangan pada sejumlah awak media.

Labuhanbatu, sidaknews.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Rantauprapat “dinasehati” oleh majelis hakim yang menangani perkara sidang kasus dugaan kepemilikan 50 kilogram narkotika jenis sabu yang diungkap Tim Gabungan Sat Gas NIC Bareskrim Mabes Polri di Kabupaten Labuhanbatu beberapa waktu lalu.

“Nasehat” ini dikemukakan majelis hakim yang dipimpin Khamozaro Waruwu saat sidang lanjutan perkara ini di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (25/6/2019).

“Cuma sebagai arahan!,” kata Khamozaro Waruwu, yang juga PN Rantauprapat ini kepada sejumlah wartawan seusai memimpin sidang.

Pantauan di ruang sidang, “nasehat” ini diberikan karena ketidakhadiran saksi penangkap dari Tim gabungan Sat Gas NIC Bareskrim Mabes Polri dalam sidang perkara tersebut. Atas ketidakhadiran saksi, sidang akhirnya ditunda pada pekan mendatang.

Di persidangan, majelis hakim mempertanyakan alasan ketidakhadiran para saksi tersebut. Kepada Majelis Hakim, JPU Rina Paulita menyerahkan selembar berkas yang merupakan kopian surat yang ditujukan ke Kejaksaan Agung RI di Jakarta dalam hal pemanggilan para saksi dari Mabes Polri.

“Kenapa surat ini tak ditembuskan ke Kapolri. Atau ke Dirreskrim Polri. Apa bukti kalau surat ini sudah sampai?,” tanya Khamozaro Waruwu didampingi hakim anggota Jhon Malvino Seda Noa Wea dan Darma Putra Simbolon.

Majelis Hakim dalam persidangan itu juga mengatakan kepada JPU agar pihak-pihak yang terkait dalam perkara ini agar patuh dalam proses hukum.

“Kalau aparat hukum tak patuh pada proses hukum, bagaimana dengan masyarakat umum?,” ujar hakim yang terlihat agak kesal.

Khamozaro mengatakan kepada wartawan, jika surat tersebut tak ditujukan kepada pihak Mabes Polri. Malah justru ditembuskan kepada Kejatisu.

Diberitakan sebelumnya, Tim gabungan Sat Gas NIC Bareskrim Mabes Polri bersama Satpol Air Res Labuhanbatu, Selasa (29/1/2019) lalu berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di perairan Sungai Parapat, Desa Sei Kubung, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Dalam kasus ini, selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan sekitar 50 bungkus teh kemasan yang diduga berisi 50 kilogram narkotika jenis sabu. Narkotika tersebut disinyalir kiriman dari Malaysia yang diangkut menggunakan perahu kayu milik nelayan setempat oleh pelaku.

Para pelaku yang saat ini menjadi terdakwa di persidangan, yakni Ruslian Manurung alias Ian dan Andi Syahputra Manurung alias Putra, keduanya warga jalan Cenderawasih Kuala Kapias, Teluk Nibung, Tanjung Balai dan seorang lainnya, PM (33) warga Sei Berombang, Panai Hilir Labuhanbatu.(Dody)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *