Minggu , 16 Desember 2018
Home » Daerah » Aceh » Banda Aceh » Salut!! Mantan THL Kebersihan Kota Banda Aceh Geluti Pertanian Sawi dan Selada

Salut!! Mantan THL Kebersihan Kota Banda Aceh Geluti Pertanian Sawi dan Selada

Banda Aceh, sidaknews.com – Mantan Tenaga Harian Lepas (THL) dinas Kebersihan Kota Banda Aceh era tahun 2007- 2009 berubah haluan geluti usaha pertanian Jenis tanaman muda sawi dan selada memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sebut Mahdi kepada Sidaknews.com. Kamis (06/12).

Usaha pertanian Sayur mayur yang dilakoni oleh mahdi ber alamat Jalan Tgk Kurma, Gp Limpok, darussalam, Aceh Besar- Banda Aceh kian diadopsi warga sekitar manfaat kan lahan kosong tanam Sawi dan Selada oleh kaum ibu-ibu disekitar.

“Usaha pertanian saya jalani bersama Istri baru berjalan delapan bulan dengan status lahan sewa pertahun Rp1.500.000. Saya tingalkan pekerjaan kebersihan karena penanaman sawi saya rasa lebih mudah sejauh kita mau berusaha, jika kita pasti ada cara, untuk tanaman Sawi dan Selada caranya di tahap awal. “Kata mahdi.

Bersihkan lahan lalu membuat pematang baru taanam bibit lakukan siram air secara rutin, lakukan pemupupukan agar tanah subur lanjutkan penyemprotan disaat tumbuh besar,bersihkan rumuput Sebulan kemudian sudah bisa dipanen, terangnya.

Demikian juga selada jauh lebih mudah karena tak perlu banyak pupuk dan obat-obatan cukup siram air secukupnya bersihkan rumput satu bulan 15 hari sudah panen.

“memasuki masa panen dipematang tahap awal seminggu kemudian sudah bisa panen dberikutnya, jadi penennya tiap hari tak pernah putus. “Ujar mahdi.

Untuk memenuhi kebutuhan sejauh kita mau berusaha tak ada sulitnya, saut Asyah istri mahdi disela-sela kesibukan merangkai ikatan sawi.

Mahdi menambahkan. hasil panen yang kita petik disore hari, pagi Kita jual ke pajak tungkop Aceh Besar dengan harga enceran perikat 1500 kepada pedagang, mereka jual lagi kepada konsumen sedikit harga berbeda harga beli.

terkait pasang surut harga itu sudah terbiasa, kadang murah terkadang mahal tergantung banyak sayur dan kebutuhan pasar.

Mengenai omset rata-rata kita memperoleh tiga juta sampai empat juta perbulan, dari pendapatan itu belum kita potong belanja kebutuhan kebun sebagaimana bibit dan obat-obatan dan lain-lain, juga kebutuhan rumah tangga.

Selebihnya kita tabung menetupi bayar sewa lahan tahun depan, lebinya kita cukupi kebutuhan hari-hari, untuk itu Alhamdulillah bisnis pertanian yang saya lakoni selama ini sangat mendukung. “Ujar mahdi.

Terkait kesulitan sudah pasti ada, yakni ke sulitan modal tambahan mengingat lahan bercocok tanam sawi dan selada selama ini adalah lahan sewa, pendapatan hari-hari harus pandai-pandai kita tabung untuk bayar sewa lahan tahun depan.

Untuk itu harapan saya kepada Pemkab Aceh Besar, melalui dinas Pertanian untuk membantu tambahan modal usaha untuk pengembangan usaha pertanian Sawi dan Selada menjadi ajang percontohan membangkit daya minat masyarakat Aceh besar geluti pertanian sawi dan selada. demikian pinta Mahdi. (Dicky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *