Senin , 24 Juni 2019
Home » Berita Foto » Satu Terdakwa Kasus Pencurian Pelat Baja Sisa Proyek Jembatan di Dompak Divonis Bebas

Satu Terdakwa Kasus Pencurian Pelat Baja Sisa Proyek Jembatan di Dompak Divonis Bebas

La Mane dan istrinya melakukan sujud syukur di ruang sidang PN Tanjungpinang usai La Mane divonis bebas oleh hakim. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang memberikan vonis bebas pada La Mane, salah satu terdakwa kasus dugaan pencurian pelat baja sisa sebuah proyek jembatan di Dompak, Kota Tanjungpinang.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum. Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan penuntut umum,” kata majelis hakim yang dipimpin Eduard Sihaloho membacakan amar putusannya pada sidang yang digelar, Jumat (14/6) sore.

Selain itu, dalam amar putusannya, hakim juga menyatakan memulihkan hak-hak terdakwa di dalam kedudukan, kemampuan, harkat serta martabatnya.

Sebelumnya, terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman selama dua tahun penjara. JPU menilai terdakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 363 KUHP ayat (1) angka 4 KUHP tentang pencurian.

Atas putusan tersebut, La Mane yang saat itu tidak didampingi kuasa hukumnya karena sedang berhalangan hadir mengatakan menerima putusan, sementara JPU Andi Arief dari Kejati Kepri mengatakan pikir-pikir.

Pantauan di lapangan, usai divonis bebas oleh hakim, La Mane bersama istrinya, Supiani terlihat melakukan sujud syukur di ruang sidang. Sementara, sejumlah kerabat juga terlihat mengucapkan selamat kepada La Mane.

Beberapa kerabat La Mane yang hadir dalam sidang tampak menitikkan air mata sembari memeluk La Mane.”Lega..lega..,” ujar La Mane kepada sidaknews.com saat meninggalkan ruang sidang.

La Mane mendapat ucapan selamat dari istri dan sejumlah kerabatnya.

Sebagaimana diketahui, dalam dakwaan jaksa diuraikan bahwa terdakwa La Mane pada hari Senin tanggal 4 Juni 2018  sekitar pukul 16.00 Wib atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2018 bertempat di Tanjung Duku Jembatan 1 Dompak Kota Tanjungpinang.

Atau setidak-tidaknya di tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tanjungpinang, telah mengambil barang sesuatu yakni pelat baja sebanyak 24 lembar masing-masing dengan ukuran panjang lebih kurang 6 meter, lebar lebih kurang 1,5 meter dan tebal lebih kurang tiga centimeter, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain yakni milik Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau.

“Dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, antara terdakwa bersama-sama dengan saksi ACP (dilakukan penyidikan dalam berkas perkara terpisah), serta dengan SY,JM,SA (berkas perkara terpisah),” papar jaksa.

Dalam dakwaannya, jaksa juga menguraikan kronologis perkara tersebut, mulai dari proses pengambilan pelat baja dari lokasi proyek hingga ke gudang penampungan serta bagaimana peran terdakwa maupun para saksi dalam perkara tersebut.

Selain itu, JPU juga membeberkan nilai uang hingga siapa saja yang menerima uang yang diduga hasil penjualan pelat besi tersebut dan jumlah kerugian yang dialami Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dalam perkara ini.

“Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau mengalami kerugian melebihi batas minimal Rp. 2.500.000 sebagaimana Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 Tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan Dan Jumlah Denda Dalam KUHP,” ujar jaksa.

Terdakwa didakwa JPU dengan pasal 363 ayat 1 angka 1 KUHP tentang pencurian dalam dakwaan primer dan pasal 362 KUHP dalam dakwaan subsider. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *