Rabu , 26 Juni 2019
Home » Berita Foto » “Simson” Pahlawan Demokrasi Asal Kei

“Simson” Pahlawan Demokrasi Asal Kei

Alm.Simson Ingratubun. Sek PPS ohoiwait kebes. Sang pahlawan demokrasi di Kei.

Malra, sidaknews.com – Simson Ingratubun (Almarhum) pria asal Ohoi Ohoiwat Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara merupakan salah satu pahlawan demokrasi yang meninggal dunia ketika menunaikan tugasnya pada Pemilu serentak 2019.

Almarhum Simson pada Pemilu 2019 bertugas sebagai sekertaris Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Ohoi Ohoiwait.

Ditemui di Ohoi Ohoiwait Aleks Ingratubun kakak kandung Almarhum Simson Ingratubun menuturkan kerja adiknya sebagai sekertaris PPS hingga merenggut nyawanya.

Kata Aleks, “saudara saya Simson meninggal dunia ketika bertugas sebagai sekertaris PPS di Ohoi Ohoiwait”.

Lanjut Aleks, dia (simson) mulai sibuk kerja pada H-3 menyiapkan KPPS di ohoi kami, tepatnya tanggal 14 hingga tanggal 18 Arpil 2019 tanpa beristirahat.

Pada hari H tanggal 17 april pagi, dirinya masih terus bekerja tanpa beristirahat menunggu tibanya kotak suara, setelah kotak suara tiba, ia bersama petugas lainnya bergegas menyiapkan TPS untuk pencoblosan, jelas Aleks

Adik saya terus bekerja usai pencoblasan tanggal 17, kemudian dilanjutkan hingga tanggal 19 dengan penghitungan surat suara baik Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, mapun DPRD Kabupaten.

“Pada tanggal 19 April tersebut dimana masih dalam proses penghitungan suara, disitu saya melihat kondisi kesehatan adik saya sudah mulai kurang baik dan sempat muntah”, terang Aleks.

Empat siang empat malam dia tidak tidur untuk kelancaran proses Pemilu dan akhirnya adik saya mulai jatuh sakit, dan ditangani oleh pihak kesehatan di Ohoi Ohoiwait, dan sebagai kakak tanggal 20 april, saya menganganjurkannya ke Langgur untuk memeriksa kesehatan.

Namun, tepat tanggal 23 April baru adik saya bersama istrinya dan anaknya pergi ke Langgur memeriksa kesehatannya di klinik, dan dari situ adik saya dianjurkan untuk di bawah kerumah sakit.

Akhirnya adik saya di bawah ke rumak sakit dan dirawat kurang lebih 4 hari di rumah sakit, kondisinya sedikit membaik, tapi tepat pada hari minggu tanggal 28 april saudara saya ini akhirnya meninggal dunia.

Meninggalnya adik saya merupakan duka bagi kami keluarga terutama istri dan anak-anaknya yang berjumlah 4 orang, namun kami sekeluarga sudah mengikhlaskannya, ujar Aleks.

“Adik saya keseharian di kenal baik dan kreatif dalam bekerja, baik sebagai aparatur desa, pelayanan keagamaan, maupun ketika dirinya bertugas sebagai sekertaris PPS, sehingga kami keluarga maupun masyarakat ohoi merasa kehilangan”, ungkap Aleks.

Disinggung soal perhatian dari KPU Malra, Aleks mengapresiasi KPU, karena mendengar adik saya meninggal, komisione KPU bersama beberapa pegawai langsung ke RS untuk melihat jasad adik saya, dan memberikan bantuan kepada keluarga ketika adik saya sudah di rumah duka, jelas Aleks.

Terkait santunan oleh KPU sebagaimana diketahui KPU RI siap menyantuni petugas penyelenggara yang meninggal dunia, Aleks membenarkan bahwa saat ini sementara di proses administrasi oleh keluarga dan KPU Kabupaten selanjutnya diteruskan ke KPU Pusat.

“Saya tidak tau jumlah santunan yang akan diberikan, tapi jika santunannya ada, maka sebegai keluarga mengharapkan KPU Malra sebagai perpanjangan tangan KPU Pusat dapat merealisasikanya”, harap Aleks. (Aladin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *