Rabu , 26 Juni 2019
Home » Berita Foto » Sodomi ABG di Kamar Kos, Terdakwa ini Dihukum 7,5 Tahun Penjara

Sodomi ABG di Kamar Kos, Terdakwa ini Dihukum 7,5 Tahun Penjara

Syahrizal alias Ijal, terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur saat jalani sidang di PN Tanjungpinang.

Tanjungpinang, sidaknews.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menghukum Syahrizal alias Ijal, terdakwa kasus sodomi dengan hukuman selama tujuh tahun dan enam bulan penjara.

Hukuman tersebut dibacakan majelis hakim yang dipimpin Sumedi pada sidang yang digelar Senin (27/5). “Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama tujuh tahun dan enam bulan penjara,” terang Sumedi membacakan amar putusannya.

Tidak hanya hukuman badan, terdakwa juga dikenakan hukuman membayar denda senilai Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, hakim menilai terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 82 ayat UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Zaldi Akri dari Kejari Tanjungpinang yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman selama sepuluh tahun penjara. Atas vonis tersebut, terdakwa mengatakan menerima putusan, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa pada seorang remaja pria yang masih berusia 14 tahun (korban). Perbuatan tersebut sudah dilakukan terdakwa sebanyak lima kali pada korban sejak tahun 2018 sampai 2019.

Perbuatan tersebut dilakukan di sebuah kos-kosan yang berada di wilayah Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. Korban tinggal bersama di kosan yang disewa terdakwa tersebut.

Saat melakukan perbuatan tersebut, korban sempat melakukan perlawanan, namun tangan korban langsung dipegang terdakwa seraya mengancam korban dengan pisau.

Merasa tidak tahan dengan perlakuan terdakwa, hingga akhirnya korban kabur dari kosan terdakwa dan pergi ke rumah pamannya, hingga akhirnya perbuatan tersebut diketahui keluarga korban dan melaporkanya ke pihak kepolisian. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *