Minggu , 26 Mei 2019
Home » Berita Foto » Tak Terbukti Langgar Aturan Pemilu, Caleg PSI ini Divonis Bebas

Tak Terbukti Langgar Aturan Pemilu, Caleg PSI ini Divonis Bebas

Ranat Mulia Pardede, seorang Caleg dari PSI saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Jumat (8/3) malam. Foto: Rindu

Tanjungpinang, sidaknews.com – Ranat Mulia Pardede (RMP), seorang Caleg yang menjadi terdakwa kasus dugaan pelanggaran Pemilu divonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan  sebagaimana dalam dakwaan tunggal. Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan penuntut umum,” kata majelis hakim yang dipimpin Awani Setyowati membacakan amar putusannya pada sidang yang digelar, Jumat (8/3) malam.

Selain itu, dalam amar putusannya, hakim juga menyatakan memulihkan hak-hak terdakwa di dalam kedudukan, kemampuan, harkat serta martabatnya.

Hakim menilai terdakwa tidak terbukti melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 521 Jo Pasal 280 ayat (1) huruf h UU RI No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, terdakwa dituntut JPU dengan hukuman selama enam bulan penjara dengan masa percobaan selama satu tahun dan membayar denda senilai Rp 24 juta subsider satu bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang saat itu didampingi kuasa hukumnya menyatakan menerima putusan, sementara JPU menyatakan masih pikir-pikir, apakah mengajukan kasasi ke Pengadilan Tinggi (PT) atau tidak.

“Diberikan waktu selama tiga hari untuk menentukan sikap,” kata hakim.

Sebagaimana diketahui, terdakwa diduga melakukan kampanye terkait Pemilu di kampus STIE Pembangunan Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Ranat diketahui mencalonkan diri sebagai Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Barat dan Kota.

Sementara itu, Ranat mengatakan dirinya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasihnya kepada pengadilan yang memberikannya hak bebas.

“Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas putusan ini, walaupun ada satu hakim yang berbeda pendapat dengan putusan ini. Tapi, itulah keadilan, ada yang setuju ada yang tidak setuju. Untuk kedepannya, mereka akan memulihkan nama baik saya, yang dari terdakwa menjadi bebas,” kata Ranat kepada wartawan usai sidang. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *