Senin , 15 Oktober 2018
Home » Berita Foto » Terdakwa Pengiriman Barang Impor Secara Ilegal Menyesal

Terdakwa Pengiriman Barang Impor Secara Ilegal Menyesal

Siswanto dan Dede Ahmad, terdakwa kasus pengiriman barang impor secara ilegal saat jalani sidang. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Dede Ahmad dan Siswanto, dua terdakwa kasus pengiriman empat kontainer bermuatan barang impor diduga ilegal menyesali perbuatannya.

Penyesalan tersebut dikemukakan kedua terdakwa saat diperiksa sebagai terdakwa pada sidang yang digelar di PN Tanjungpinang, Senin (8/10).

“Menyesal yang mulia,” kata keduanya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Eduard Sihaloho ini.

Meski menyesal, Dede, salah satu terdakwa sempat mencoba membela diri dengan mengatakan jika dalam kasus yang menjeratnya tersebut, dirinya merasa tertipu dengan pemilik barang.

“Saya merasa tertipu (pemilik barang impor-red),” kata Dede.

Ia mengaku bersedia mengurus pengiriman barang tersebut, setelah pemilik barang mengatakan jika dokumen barang impor tersebut sudah diurus dan resmi.

“Katanya dokumennya sudah diurus,” kata Dede. Mendengar hal itu, hakim mencoba menasehati terdakwa agar tidak mencari alasan yang terkesan kurang tepat.

Dede juga mengaku dijanjikan upah senilai Rp 25 juta per satu kontainer jika berhasil mengirimkan barang tersebut dari pelabuhan Sri Bayintan Kijang menggunakan jasa kontainer (peti kemas) menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Sementara itu, Siswanto yang disidangkan secara bersama dengan Dede mengaku dijanjikan upah oleh pemilik barang senilai Rp 20 juta per satu kontainer.

Barang yang akan dikirim para terdakwa tersebut berupa berbagai macam pakaian, kosmetik, mainan anak-anak, aksesoris elektronik. Barang-barang tersebut adalah produk dari luar negeri.

Dalam dakwaan jaksa, keduanya didakwa melanggar ketentuan pasal 104 jo pasal 6 jo pasal 106 jo pasal 24 UU RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Usai mendengarkan seluruh keterangan para terdakwa, sidang kemudian ditutup dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa.

Sekedar diketahui, kasus ini sendiri diungkap jajaran Polsek Bintan Timur yang melakukan pengecekan di pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kabupaten Bintan beberapa waktu lalu.

Saat pengecekan, polisi menemukan sejumlah kontainer yang diduga bermuatan barang yang diduga ilegal. Atas temuan tersebut, kasus ini kemudian diselidiki hingga kasusnya bergulir ke persidangan. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *