Jumat , 22 Maret 2019
Home » Berita Foto » Tiga Pelaku Incest di Pringsewu Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Tiga Pelaku Incest di Pringsewu Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pringsewu, sidaknews.com – Kasus yang menimpa seorang korban incest atau hubungan sedarah yang diduga dilakukan GM (44) ayah kandung, SA (23) kakak kandung, dan adik kandung sendiri berinsial Y (15) terhadap seorang perempuan bernisial AG (17), seorang berkebutuhan khusus/disabilitas/keterbelakangan mental di Kecamatan Sukoharjo ditahan di Polres Tanggamus, para pelaku terancam hukuman 15 tahun lebih.

Peristiwa tersebut dikabarkan sudah berlangsung selama setahun lebih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara, beberapa hal terungkap baik itu motif para tersangka bahkan terdapat pengakuan salah seorang tersangka yang berusia paling muda yaitu Y, dimana terkait perilaku seks menyimpang.

Kemudian persetubuhan sedarah tersebut dilakukan ketiga tersangka kurun waktu setahun lamanya, dimana setelah istrinya JM meninggal dunia sekitar tahun 2018.

Mewakili Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, SH. Kanit PPA Ipda Primadona Laila, SH mengungkapkan bahwa pihaknya kemarin, Jumat (23/2/19) menerima pelimpahan pelaku persetubuhan dalam keluarga dimana pelakunya adalah ayah dan 2 anaknya laki-lakinya berikut barang bukti.

Korban merupakan ketiga 3 di keluarga tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui dalam kurun waktu 1 tahun, ayahnya mengaku 5 kali menyetubuhi anak kandungnya itu. Kemudian kakaknya mengaku 120 kali dan adiknya mengaku 60 kali.

“Para tersangka melakukan persetubuhan itu seluruhnya didalam rumah yang mereka huni,” kata Ipda Prima Dona saat memberikan keterangan, Sabtu (23/2/19) siang.

Lanjutnya, persetubuhan sedarah tersebut semua dilakukan dirumah keluarga tersebut, adapun motif dari JM selaku ayah korban yakni karena melihat kondisi anaknya mengalami kekurangan.

“Ketidakberdayaan itu motif ayah kandung korban melakukan persetubuhan itu,” ujarnya.

Kemudian untuk kakak korban dan adik korban, motif keduanya sama yakni disebabkan keduanya sering menonton film seronok yang ada di handphone kakaknya.

“Kedua tersangka lain, motifnya karena sering menonton film porno di handphone dari situ mereka mulai menyetubuhi korban, namun handphone itu sendiri saat ini diakui tersangka sudah rusak,” imbuhnya.

Terkait informasi dugaan penyimpangan seks tersangka Y yang merupakan anak bungsu dari pasangan tersangka JM dan almarhumah CK, dibenarkan oleh Kanit PPA.

Ipda Primadona menjelaskan, pelaporan dilakukan oleh tetangga korban selaku Satgas Merah Putih Perlindungan Perempuan dan Anak yang melihat ataupun ketidakwajaran bentuk tubuh korban dimana sebelumnya berbadan gemuk dan saat ini badannya kurus.

Berawal, sekitar awal tahun 2018 ibu korban meninggal dunia, kemudian korban dibawa ayahnya ke tempat lain dan disitulah kelakuan bejat para tersangka dimulai.

“Saat ibunya meninggal kemudian ayah dan kakaknya menjemputnya, kemudian dibawa ke rumahnya,” ucapnya.

Atas perbuatan itu, ketiga tersangka dijerat pasal 81 ayat 3 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun ditambah 1/3 dari ancaman maksimal sebab dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan darah,” pungkasnya.

Sementara dalam pengakuannya JM, ia mengakui beberapa perbuatannya itu sejak bulan Agustus 2018, namun ia mengaku khilaf. “Sudah 5 kali, saya khilaf,” kata pria berbadan kecil itu.

Hal sama diungkapkan, SA yang mengaku 120 kali melakukan hal tersebut kepada adik perempuannya, “Dilakukannya diruang tamu, pertama abis lebaran dan terakhir kemarin sehari sebelum tertangkap,” ujar SA.

Adapun faktor yang mempengaruhi perbuatannya itu, SA menuturkan bahwa ia dan adiknya sering nonton film seronok sebelum handphonenya rusak.

“Sering nonton film di hp jadi praktek sama adik saya itu,” ucapnya.

Pengakuan sama YG, selaku adik bungsu namun berbeda jumlah yakni 40 kali dilakukannya sejak tahun baru 2019 dan terakhir pada tanggal 20 Februari 2019. (Vit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *