Rabu , 21 November 2018
Home » Berita Foto » Untuk Nambah Stamina Tubuh, Oknum Ketua RT ini “Nyabu”

Untuk Nambah Stamina Tubuh, Oknum Ketua RT ini “Nyabu”

Mat Piassek (pakai kopiah) dikawal petugas usai jalani sidang. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Apa yang dilakukan Mat Piassek, seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) di Tanjungpinang ini tak pantas ditiru.

Pasalnya, hanya untuk menghilangkan rasa pusing di kepala dan menambah stamina tubuhnya, ia mengaku memilih mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

“Pas pusing dan badan lemah aja, saya gunakan sabu,” kata Mat Piassek, seorang terdakwa kasus narkoba kepada hakim saat diperiksa sebagai terdakwa pada sebuah sidang di PN Tanjungpinang, Selasa (2/10) lalu.

Majelis hakim yang memimpin sidang, Guntur Kurniawan menanggapi, alasan yang dilontarkan terdakwa. Alasan tersebut dinilai kurang masuk akal.

“Kalau saya, kalau badan lemas saya lebih baik ngurut. Kalau pusing, saya minum bodrek (obat sakit kepala-red),” kata Guntur yang kemudian juga menasehati terdakwa jika perbuatannya tersebut dinilai kurang baik.

Di sidang, Mat Piassek juga mengaku telah mengkonsumsi sabu sejak dua tahun lalu. Meski tidak rutin, ia mengkonsumsi barang haram tersebut, saat pusing dan badan lemas saja.

“Sudah hampir (pakai sabu-red) dua tahun lah,” kata Ketua RT yang mengaku jika saat ini istrinya sedang bekerja di luar negeri.

Usai mendengarkan seluruh keterangan terdakwa, sidang kemudian ditutup dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan tuntutan dari jaksa.

Terdakwa sendiri diamankan anggota Satnarkoba Polres Tanjungpinang saat berada di pinggir Jalan Plantar KUD, Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Penangkapan terdakwa berkat informasi dari masyarakat. Saat itu, tubuh terdakwa digeledah petugas. Satu paket yang diduga sabu ditemukan tidak jauh dari lokasi terdakwa digeledah.

Setelah temuan itu, lalu petugas menggeledah rumah terdakwa dan ditemukan di dalam kamar seperangkat alat hisap sabu (bong), 2 buah penyendok narkotika jenis sabu yang terbuat dari kertas dan satu buah mancis/korek api gas yang sudah dimodifikasi.

Kepada petugas, saat itu Mat Passek mengaku jika paket tersebut dibeli dari seorang temannya Maman (DPO) sebesar Rp 200 ribu. Paket tersebut diakuinya untuk dikonsumsi sendiri. (Rindu Sianipar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *