Sabtu , 20 Juli 2019
Home » Berita Foto » Warga Banyumas Digegerkan Penemuan Seorang IRT Gantung Diri

Warga Banyumas Digegerkan Penemuan Seorang IRT Gantung Diri

Pringsewu, sidaknews.com – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) ditemukan gantung diri di sebuah Pintu kamar rumahnya, Penemuan sesosok tubuh Hasanah warga Rt/Rw 003/002 Kecamatan Banyumas Pekon Banyuurip Kabupaten Pringsewu sempet menggegerkan keluarga dan warga setempat, Selasa (18/6/19) pagi.

Sebab, tubuh ibu rumah tangga berusia 55 tahun tersebut ditemukan tergantung dipintu kamar depan rumahnya dengan kondisi leher terjerat sehelai kain selendang warna biru motif putih.

Namun sayang, walaupun saat di lakukan pertolongan kondisinya masih dalam keadaan hidup dan lemas, tetapi akhirnya menghembuskan nafas terakhir diduga kehabisan nafas setelah beberapa menit tergantung dipintu tersebut.

Hal itu dikuatkan juga hasil pemeriksaan medis bahwa keadaan korban telah meninggal dunia dengan luka lebam karena jerat kain di leher bagian atas, dari anus korban keluar kotoran serta dibagian mata ada luka pecah merah disebabkan menahan rasa sakit yang berlebih.

Kapolsek Sukoharjo Polres Tanggamus Iptu Deddy Wahyudi, SH mengungkapkan, mulanya peristiwa dilihat oleh Aprianti (25) selaku anak perempuan korban dan seketika itu juga anak korban berteriak meminta tolong para tetangga menurunkan korban. “Awalnya anak perempuan yang mengetahui kejadian sekitar pukul 06.30 Wib, lalu meminta pertolongan warga menurunkan. Saat diturunkan masih kondisi bernafas, tapi setelah beberapa saat korban akhirnya meninggal,” ungkap Iptu Deddy Wahyudi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM dalam keterangannya.

Dikatakan Iptu Deddy Wahyudi, atas peristiwa tersebut pihaknya bersama petugas medis telah melakukan identifikasi dan pemeriksaan luar jenazah, hasilnya ditemukan luka lebam karena jerat kain di leher bagian atas, dari anus korban keluar kotoran.

“Berdasarkan kasat mata, dibagian mata ada luka pecah merah, dimana menurut medis hal itu disebabkan korban menahan rasa sakit yang berlebih,” jelasnya.

Ditambahkan Iptu Deddy, saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga, sebab mereka telah mengikhlaskan kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi.

“Jenazah sudah diserahkan, keluarganya menolak autopsi. Kami juga mengamankan barang bukti 1 helai Kain selendang warna biru motif putih,” pungkasnya.

Sementara, berdasarkan pendalaman kepada tetangga korban, dugaan motif korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, diduga karena tidak kuat menahan sakit asam urat yang menahun. Bahkan pernah diucapkan korban kepada Yani selaku tetangganya. (vit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *